Investasi

Menteri PU semprot kepala proyek underpass Jatingaleh Semarang

9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:35
01 MEI 2017
Dok. Proyek underspass (Foto; Antara)
Editor
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan underpass Jatingaleh di Jalan Teuku Umar - Setiabudi, Semarang, hari ini. Menteri PU sempat menegur kepala proyek karena pembangunan dinilai lamban.

Menteri Basuki mengaku mendapat banyak laporan dari masyarakat yang sudah jenuh lantaran lama pembangunan proyek tersebut dan menimbulkan kemacetan parah di jantung kota Semarang.

Underpass Jatingaleh sepanjang 1,3 km ini dikerjakan oleh PT Armada Hada Graha asal Magelang sebagai penyedia jasa kontraktor dengan nilai kontrak Rp 68 miliar dan ditargetkan dapat selesai pada Juli 2017 mendatang. Proyek ini dimulai tahun 2015. 

Pelaksanaannya sempat terkendala lahan dan utilitas, tapi sudah bisa diselesaikan semua pada akhir 2016. Meski demikian, hingga saat ini progress-nya masih 56 persen, lebih lambat dari target progress 68 persen. Padahal, rencananya H-10 Lebaran nanti, diharapkan struktur dan aspal underpass ini selesai dengan bangunan pelengkap belum selesai sehingga nantinya akan digunakan marka jalan sementara.

"Progress-nya masih 56 persen, behind schedule. Kami minta ini agar dipercepat pengerjaannya. Pada rapat selasa nanti, akan kita cari schedule percepatannya. Rencananya bulan Juli ini harus selesai, tapi kalau progress-nya seperti ini, pasti tidak akan selesai. Jadi kami ingin mereka punya schedule baru, schedule percepatan. Ini sangat mendesak untuk mudik nanti. Bayangkan kalau satu jalur seperti ini, pasti akan menjadi simpul macet," kata Menteri Basuki seperti diberitakan Antara, hari ini.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi penghambat utama keterlambatan ini yaitu cara kerja pelaksana proyek dan material kerja. Basuki berharap proyek ini selesai sesuai target. 

"Harus dengan percepatan. Saya minta pekerjaan ini dilakukan 7 hari seminggu dengan 2 atau 3 shift seperti yang diterapkan pada proyek pembangunan flyover Klonengan kemarin," tambahnya.

Terbaru
Investasi
Sponsored