Investasi

Kontribusi sektor migas pada pertumbuhan ekonomi nasional

4.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:04
10 MEI 2017
Dok. Sektor migas
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sektor hulu minyak dan gas bumi diyakini memiliki efek ganda bagi pertumbuhan perekonomian nasional, mulai dari pemanfaatan produk lokal hingga transaksi melalui perbankan nasional, menurut Direktur Indonesian Petroleum Association (IPA), Tumbur Parlindungan. 

"Efek berganda dari industri migas, kalau kita lihat di 2016, itu kita punya sekitar 23,37 miliar dolar. Impact-nya itu setiap investasi 1 juta dolar, itu bisa meningkatkan pendapatan sekitar 1,6 juta dolar, menciptakan nilai tambah sekitar 1,6 juta dolar, memberi tambahan PDB sebesar 0,7 juta dolar, serta menciptakan lapangan pekerjaan praktis 100 orang," kata Tumbur kepada wartawan di kawasan Dharmawangsa Jakarta Selatan hari ini.

Menurut dia, semakin banyak investor, maka pertumbuhan ekonomi akan semakin besar. "Ini yang kita lihat domino efeknya. Jangan dilihat dari revenue oil and gasnya saja, atau dari tax yang kita dapat," sambungnya. 

"Tapi domino efek ini yang sebenarnya kita mau kembangkan di Indonesia. Selain itu pengadaan barang dan transaksi perbankan nasional juga banyak pengaruhnya dari oil and gas," kata dia.

Ia menambahkan, bisnis migas ini mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai tahun 2025.

"Kalau level investasi di 2015 kita pertahankan sampai 2025, itu impact untuk pertumbuhan dari GDP growth yang ada di Indonesia sekitar 1,25 persen," ujarnya. 

Jika target akan ditingkatnya di angka 5 persen, kata Tumbur, akan semakin meningkat investasi pada sektor minyak dan migas dan pertumbuhan GDP Indonesia akan mengalami peningkatan signifikan. 

Terbaru
28 April 2017 | 17:49
Luhut: isu Freeport dipelintir
Investasi