Investasi

Investasi di sektor Migas melempem

4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:49
10 MEI 2017
Ilustrasi
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolijn Elisabeth Wajong mengatakan bahwa industri Minyak dan Gas (Migas) terutama mengenai Investasi di Indonesia sangat memprihatinkan.

"Investasi migas menurut data yang kami peroleh, itu turun dari tahun 2015 ke 2016 itu turun 27 persen. Jadi tadinya 15,3 miliar dolar itu menjadi 11,15 miliar dolar, jadi 27 persen. Berarti aktivitas pengembangan dan eksplorasi jelas menurun ya," kata Elisabeth Wajong di Jakarta, hari ini.

Menurutnya, akibat dari menurunnya Investasi tersebut, jumlah penambahan cadangan migas juga mengalami penurunan. Dia merinci, pada 2013 terdapat 238, turun menjadi 199 wilayah di 2016, dilihat dari wilayah kerja eksplorasinya. 

Dari segi cadangan minyaknya juga mengalami penurunan dari 2012. "Jadi terlihat jelas penurunan, hal yang sama dengan gas, walaupun gas turunnya ga seperti minyak," sambung dia.

Kondisi ini berimbas pada penurunan investasi eksplorasi dari 2013 ke 2016 hanya tembus di angka 11,1 persen. Yang khusus untuk eksplorasi hanya 0,1 persen. 

"Berarti dari jumlah investasi yang sudah turun itu, hanya 1 persen yang dieksplorasi, padahal eksplorasi itu sangat perlu sekali untuk menambah cadangan kita, dan itu harus dilakukan dalam jangka panjang," imbuhnya.

Dampaknya, menurut Elisabeth bahkan meluas ke local economy

"Jadi kita tahu bahwa daerah-daerah​ yang punya cadangan migas, itu kan mereka mendapatkan bagian dari pemerintah pusat. Nah dengan turunnya aktivitas migas, perkembangan ekonomi nya itu jiga turun. Jadi terlihat jelas, bahwa ekonomi di daerah, menjadi melambat. Itulah​ sebabnya saat ini saya katakan, kita ini sedang krisis, kita sedang dalam keadaan yang kurang baik. Padahal, peluang di migas itu masih banyak, baik yang langsung maupun yang tidak langsung," jelasnya.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
28 April 2017 | 17:49
Luhut: isu Freeport dipelintir