Investasi

Jokowi temui Xi Jinping tingkatkan kerja sama Indonesia-Cina

5.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:21
12 MEI 2017
Dok. Presiden Joko Widodo dan Presiden Cina Xi Jinping didampingi istri masing-masing.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Presiden Joko Widodo akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing pada Minggu (14/05/2017) untuk membahas peningkatan kerja sama ekonomi bilateral kedua negara.

"Pertemuan itu akan fokus membahas peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi dan juga akan menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan yang dicapai oleh kedua kepala negara pada pertemuan sebelumnya pada 2016," kata Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Edi Yusup di Jakarta, Jumat.

Pertemuan antara Jokowi dan Xi itu akan dilaksanakan di sela-sela pertemuan "Belt and Road Forum for International Cooperation".

Tahun lalu, Pemerintah Cina telah setuju untuk membuka akses pasar bagi produk-produk pertanian dan peternakan Indonesia, khususnya sarang burung walet, buah naga, durian, dan produk susu.

Nilai ekspor sarang burung walet Indonesia ke Chna telah meningkat hingga mencapai US$ 36 juta atau setara Rp 480 miliar, dan nilai ekspor itu masih dapat terus ditingkatkan. 

Namun, Cina belum membuka akses pasar untuk produk buah Indonesia, seperti buah naga, durian, manggis, dan nanas karena adanya perjanjian protokol yang belum dilengkapi antara badan karantina Kementerian Pertanian kedua negara.

"Perjanjian protokol itu persyaratan untuk ekpor produk-produk pertanian. Ini salah satu hal yang ingin kami dorong penyelesaiannya," ujar Edi.

Selain itu, Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Xi juga akan membahas dukungan Cina bagi studi kelayakan untuk proyek-proyek infrastrutur Indonesia, seperti pelabuhan, jalan tol, jalur kereta Trans Sumatra dan Trans Sulawesi.

Pemerintah Indonesia dan Cina akan menandatangani nota kesepahaman tentang perjanjian kerja sama teknis dan ekonomi. Penandatanganan itu dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indonesia dan Kementerian Perdagangan Cina.

"Cina akan membantu Indonesia dalam pendanaan studi kelayakan proyek-proyek infrastruktur," ujar Edi. 

Terbaru
Investasi