Keuangan

Putusan MK Kuatkan Argumentasi Amnesti Pajak

2.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
22:27
15 DES 2016
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Masyarakat diminta untuk tidak perlu ragu lagi dalam mengikuti program amnesti pajak. Hal itu dikarenakan, program tersebut sudah teruji secara hukum tidak melanggar ketentuan peraturan apapun.

"Justru ini (Keputusan MK) akan memperkuat yang selama ini dijalankan pemerintah dalam mendorong partisipasi masyarakat ikut tax amnesty,  masyarakat tidak perlu ragu lagi dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi sehingga pelaksanaan tax amnesty yang jauh lebih baik lagi," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto seperti dikutip kemenkeu.go.id, Kamis (15/12/2016).

Kemarin, Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan bahwa Undang Undang(UU) Amnesti Pajak tidak melanggar Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dengan keluarnya keputusan MK tersebut, masyarakat diminta untuk tidak ragu lagi berpartisipasi dalam program amnesti pajak. 

Setelah keluarnya keputusan ini, hasil Amnesti Pajak diharapkan akan lebih baik lagi karena masyarakat lebih nyaman untuk ikut serta. 
"Undang-undang ini tidak bertentangan secara konstitusi, memiliki manfaat besar bagi masyarakat, dan tentu dari aspek keadilan dan aspek hukum UU ini sudah diuji secara memadai oleh Mahkamah Konstitusi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Bantuan Hukum Kementerian Keuangan Tio Serepina Siahaan mengungkapkan bahwa keputusan ini dapat menghilangkan kekhawatiran yang sempat ada di masyarakat, jika UU Amnesti Pajak dibatalkan. “Orang semakin yakin bahwa itu tidak melanggar UUD, karena kemarin kan ada kekhawatiran kalau dibatalkan gimana ini kelanjutannya,” ungkapnya. 

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
21 Februari 2017 | 10:44
Angka ekspor Januari turun 3,21 persen
17 Februari 2017 | 22:50
BI larang KPR tanpa uang muka
14 Februari 2017 | 19:47
Penyaluran KUR sasar daerah luar jawa
13 Februari 2017 | 22:56
Sumbangan Jasa Raharja naik 100 persen
10 Februari 2017 | 21:36
Menikmati air bersih dari dana desa
7 Februari 2017 | 22:31
Cadangan devisa naik US$ 500 juta
3 Februari 2017 | 21:31
Kredit perbankan tumbuh 7,87 persen
2 Februari 2017 | 10:43
The Fed pertahankan suku bunga acuan
30 Januari 2017 | 23:32
Proyeksi Inflasi 2017
27 Januari 2017 | 17:36
OJK lakukan survei literasi keuangan
Keuangan
Berita Terkait
22 Februari 2017 | 12:46
MK buka pendaftaran sengketa pilkada