Keuangan

Ini alasan Sri Mulyani putus kontrak JP Morgan

2.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:55
04 JAN 2017
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya memutuskan untuk menghentikan kontrak dengan JP Morgan. Alasannya, perusahaan asal AS itu tak bisa menjaga faktor psikologis perekonomian Indonesia.

"Jangan lupa dalam ekonomi itu di-drive oleh faktor fundamental dan psikologis. Faktor psikologis itu sangat penting bagi lembaga yang jadi partner pemerintah untuk ikut memiliki tanggung jawab yang sama pentingnya," kata Menkeu Sri Mulyani seperti dikutip kemenkeu.go.id, hari ini.

Kementerian Keuangan, terus terbuka untuk bekerja sama dengan beragam stakeholders, dengan berprinsip pada profesionalisme, akuntabilitas dan saling memberi manfaat. JP Morgan dianggap memberikan sentimen psikologis negatif bagi pemerintahan. 

Oleh karena itu, Menkeu ingin menyampaikan bahwa Indonesia dijaga dengan sebaik-baiknya secara profesional. Walaupun masih ada kekurangan, namun perbaikan akan terus dilakukan. 

"Saya harap ini juga menjadi suatu sinyal bahwa negara ini diurus dengan baik dan sungguh-sungguh. Kami menjaga republik ini dengan profesional. Tidak berarti seluruhnya sudah sempurna tapi kami akan terus memperbaiki secara profesional dan akuntabel, terbuka dan terus menciptakan hubungan yang saling menghormati dan percaya terhadap kredibilitas assessment-nya. Dan kami harap seluruh partner kita di luar juga memiliki sikap yang sama, profesional, terbuka dan tanggung jawab terhadap hubungan yang saling positif ini," tegas Menkeu.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
17 Januari 2017 | 10:36
IHSG melemah, Dolar dekati Rp 13.400
16 Januari 2017 | 10:20
IHSG naik 0,2 poin di awal pekan
13 Januari 2017 | 12:40
Jokowi minta perbankan perkuat KUR
13 Januari 2017 | 10:40
Dolar turun usai Trump jumpa pers
11 Januari 2017 | 10:13
IHSG terus berada di wilayah hijau
6 Januari 2017 | 10:30
IHSG belum bisa keluar dari tekanan
5 Januari 2017 | 20:14
Inflasi 2016 terkendali
4 Januari 2017 | 09:16
Kurs rupiah mulai menguat
31 Desember 2016 | 05:05
Uang rupiah baru sulit dipalsukan
Berita Terkait
10 Januari 2017 | 21:33
Sri Mulyani: Saya menteri pelayan
5 Januari 2017 | 20:14
Inflasi 2016 terkendali