Keuangan

Inflasi 2016 terkendali

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:14
05 JAN 2017
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Inflasi tahun 2016 tercatat cukup rendah di angka 3,1 persen sesuai data Kementerian Keuangan. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan target indikator ekonomi makro di APBNP 2016 yang sebesar 4 persen. 

"Harga komoditas yang turun serta beberapa langkah pemerintah untuk menjaga produksi dan memperbaiki arus distribusi telah menyumbangkan secara positif terhadap stabilitas harga di seluruh Indonesia" jelas Menkeu Sri Mulyani seperti dikutip kemenkeu.go.id, hari ini.

Terkendalinya inflasi 2016 dikarenakan penurunan harga komoditas serta langkah-langkah pemerintah untuk menjaga produksi dan perbaikan distribusi, utamanya di bidang pangan.

Menurut Menkeu, dengan harga yang dapat dikendalikan, daya beli masyarakat pun dapat dijaga sehingga pengaruhnya positif bagi konsumsi, yang turut berpengaruh pada pertumbuhan Indonesia. "Inflasi kan mengukur mengenai harga, dan harga itu kan selalu merupakan hasil demand side atau cost structure-nya. Untuk 2016 karena harga komoditas menurun dan pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan policy-policy yang bisa meningkatkan cost structure," tambah Menkeu.

Menkeu menyebutkan beberapa faktor risiko yang diwaspadai adalah risiko seasonal atau musiman seperti hari raya keagamaan serta tahun ajaran baru. "Itu perlu untuk diantisipasi dan juga faktor iklim yang sangat mempengaruhi produksi maupun distribusi, terutama di sektor pangan," ungkapnya. 

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
23 Januari 2017 | 10:51
IHSG dibuka naik tipis
17 Januari 2017 | 10:36
IHSG melemah, Dolar dekati Rp 13.400
16 Januari 2017 | 10:20
IHSG naik 0,2 poin di awal pekan
13 Januari 2017 | 12:40
Jokowi minta perbankan perkuat KUR
13 Januari 2017 | 10:40
Dolar turun usai Trump jumpa pers
11 Januari 2017 | 10:13
IHSG terus berada di wilayah hijau
6 Januari 2017 | 10:30
IHSG belum bisa keluar dari tekanan
5 Januari 2017 | 20:14
Inflasi 2016 terkendali
4 Januari 2017 | 09:16
Kurs rupiah mulai menguat
31 Desember 2016 | 05:05
Uang rupiah baru sulit dipalsukan