Keuangan

Pertamina jadi andalan pertumbuhan GDP Indonesia

2.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:04
12 JAN 2017
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews – PT Pertamina (Persero) sebagai  BUMN energi telah memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya peningkatan Gross Domestic Product Indonesia yang pada 2016 diperkirakan mencapai US$ 940,95 miliar.
 
Hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Yogyakarta seperti dikutip Pertamina.com hari ini.

Dalam paparannya yang bertajuk Peran dan Kontribusi Pertamina Bagi Indonesia, Dwi Soetjipto mengatakan GDP suatu negara dipengaruhi oleh empat komponen, yaitu consumer spending konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, investasi dan selisih antara ekspor dikurangi impor. Dalam konteks keempat komponen tersebut, jelasnya, Pertamina berperan cukup dalam sehingga memberikan pengaruh terhadap GDP Indonesia.
 
Dia menjabarkan dalam hal konsumsi masyarakat, harga BBM yang kompetitif ikut merangsang kegiatan ekonomi masyarakat.  Ditambah lagi dengan penerapan BBM Satu Harga di seluruh Nusantara yang disamping memberikan keadilan bagi seluruh masyarakat, juga berperan untuk menstimulasi kegiatan perekonomian masyarakat.
 
"Dengan BBM Satu Harga, masyarakat merasakan betul dampak positifnya. Dengan harga BBM yang lebih terjangkau, masyarakat menjadi lebih leluasa dalam melakukan aktivitas ekonomi, lebih produktif dan distribusi barang menjadi lebih efisien sehingga memengaruhi harga-harga barang lainnya," terang Dwi.

Terbaru
22 Februari 2017 | 22:06
Bill Gates minta robot dikenakan pajak
21 Februari 2017 | 10:44
Angka ekspor Januari turun 3,21 persen
17 Februari 2017 | 22:50
BI larang KPR tanpa uang muka
14 Februari 2017 | 19:47
Penyaluran KUR sasar daerah luar jawa
13 Februari 2017 | 22:56
Sumbangan Jasa Raharja naik 100 persen
10 Februari 2017 | 21:36
Menikmati air bersih dari dana desa
7 Februari 2017 | 22:31
Cadangan devisa naik US$ 500 juta
3 Februari 2017 | 21:31
Kredit perbankan tumbuh 7,87 persen
2 Februari 2017 | 10:43
The Fed pertahankan suku bunga acuan
30 Januari 2017 | 23:32
Proyeksi Inflasi 2017
27 Januari 2017 | 17:36
OJK lakukan survei literasi keuangan
Berita Terkait