Keuangan

Laba bersih Bank BTN melejit 41,49 persen

3.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:31
14 FEB 2017
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pencapaian keuangan Bank BTN pada 2016 silam menuai hasil positif dibuktikan dari pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang melesat di atas rata-rata industri perbankan.

"Kami optimistis Bank BTN akan mampu melanjutkan kinerja positif tersebut pada tahun ini mengingat kondisi ekonomi yang mulai menunjukkan geliat positif serta berbagai kebijakan pemerintah dan regulator yang mendukung perkembangan sektor properti," kata Dirut Bank BTN, Maryono seperti dikutip bumn.go.id hari ini.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menutup catatan kinerja perseroan pada tahun lalu dengan mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp2,61 triliun pada Desember 2016. Nilai tersebut melejit sekitar 41,49% secara tahunan dari perolehan laba bersih pada tahun sebelumnya senilai Rp1,85 triliun.

Maryono mengatakan pencapaian positif tersebut ditopang kinerja penyaluran kredit dan penghimpunan simpanan yang mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata industri. Raihan positif laba bersih Bank BTN, lanjut Maryono, juga diikuti kualitas aset yang terus membaik.

Adapun, penyaluran kredit Bank BTN telah mencatatkan kenaikan sebesar 18,34% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp138,95 triliun pada akhir 2015 menjadi Rp164,44 triliun di Desember 2016. Posisi  pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata industri. Pasalnya, Bank Indonesia dalam Analisis Uang Beredar M2 merekam, kredit perbankan nasional hanya naik 7,8% yoy pada Desember 2016.

Kredit di sektor perumahan pun tercatat menjadi penyokong utama kenaikan pinjaman di Bank BTN. Kredit yang menempati 89,97% porsi pinjaman di Bank BTN ini, naik 18,43% yoy dari Rp124,92 triliun di akhir 2015 menjadi Rp147,94 triliun di periode yang sama tahun lalu. Kemudian, pertumbuhan terbesar di segmen ini berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang naik 30,57% yoy dari Rp43,52 triliun pada akhir Desember 2015 menjadi Rp56,83 triliun di Desember 2016.

Pertumbuhan penyaluran kredit yang positif tersebut juga turut mengerek nilai aset emiten bersandi saham BBTN naik. Per akhir tahun lalu, aset Bank BTN tumbuh 24,66% yoy dari Rp171,8 triliun menjadi Rp214,16 triliun. Dengan posisi tersebut, BBTN juga tercatat menjadi bank dengan aset terbesar ke-6 (bank only) di Indonesia.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan /NPL) gross Bank BTN per Desember 2016 berhasil ditekan dari 3,42% menjadi 2,84%. NPL net pun membaik dari 2,11% pada Desember 2015 menjadi 1,85% di bulan yang sama di tahun berikutnya.

Sementara itu, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga turut menorehkan raihan laba bersih yang positif. Per Desember 2016, laba bersih UUS Bank BTN tercatat naik 44,98% yoy dari Rp260,33 miliar di Desember 2015 menjadi Rp377,42 miliar.

Perolehan laba bersih itu disumbang penyaluran pembiayaan senilai Rp14,22 triliun di Desember 2016 atau naik 26,74% yoy dari Rp11,22 triliun. Kualitas pembiayaan pun terjaga dengan non-performing financing (NPF) sebesar 1,01% per Desember 2016, menurun dari 1,66% di bulan yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan penyaluran pembiayaan ini juga turut mengerek naik aset unit syariah sebesar 36,6% yoy dari Rp13,27 triliun per Desember 2015 menjadi Rp18,13 triliun di Desember 2016. Di sisi lain, DPK yang dihimpun UUS Bank BTN naik 35,35% yoy dari Rp11,11 triliun di akhir 2015 menjadi Rp15,03 triliun di periode yang sama tahun berikutnya.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
26 April 2017 | 20:15
Rupiah melemah ke Rp13.278
21 April 2017 | 20:00
Rupiah melemah ke Rp 13.311
20 April 2017 | 20:45
Nilai tukar rupiah relatif stabil
4 April 2017 | 21:41
Amnesti pajak sebabkan deflasi
Keuangan