Keuangan

Pemerintah dukung penuh financial technology

4.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
22:33
24 MAR 2017
Menko Perekonomian Darmin Nasution
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Darmin Nasution mengatakan dalam rangka memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) termasuk di dalamnya terkait financial technology.

"Dalam pelaksanaan SNKI, pemerintah membentuk Dewan Nasional Keuangan Inklusif. Selain itu akan ada tujuh kelompok kerja (pokja) yang mendukung pelakasanaan keberhasilan semua pilar inklusi keuangan," kata Darmin seperti dikutip kemenkeu.go.id, hari ini.

Lebih jauh, Darmin menjelaskan setidaknya ada lima pilar penyangga SNKI. Pertama adalah edukasi keuangan. Kedua, adalah fasilitas intermediasi dan saluran distribusi keuangan. Pilar yang ketiga, layanan keuangan pada sektor pemerintah di mana bantuan sosial akan dikembangkan. Keempat, perlindungan konsumen. Pilar yang terakhir, hak properti masyarakat. Paling utama dari pilar ini adalah sertifikasi tanah rakyat dengan backbone Kementerian Agraria dan Tata Ruang. “Sebagai tahap awal, tiga kota ditunjuk sebagai pilot proyek program sertifikasi tanah, yakni Surabaya, Jakarta dan Batam,” ujar Darmin.

Terkait dengan dukungan terhadap pelaku fintech di Indonesia, Darmin menyampaikan pemerintah telah memberikan insentif untuk pengembangannya. “Memang ada (insentif). Fintech selama belum besar bisa kami fasilitasi," ungkapnya.

Berdasarkan survei Financial Inclusion Index (Global Findex) pada 2014, posisi Indeks Keuangan Inklusif Indonesia pada 2014 sebesar 36%. Angka tersebut tertinggal dari negara-negara di Asia Tenggara lain dan masih jauh dari rata-rata global sebesar 62%.

“Pemerintah melalui SNKI juga akan mengakselerasi indeks keuangan inklusif hingga 75 persen pada 2019, dari posisi 2014 yang hanya 36 persen,”  tambah Menko.

Terbaru
26 April 2017 | 20:15
Rupiah melemah ke Rp13.278
21 April 2017 | 20:00
Rupiah melemah ke Rp 13.311
20 April 2017 | 20:45
Nilai tukar rupiah relatif stabil
4 April 2017 | 21:41
Amnesti pajak sebabkan deflasi
Keuangan