Keuangan

Menkeu: APBN instrumen fiskal paling penting

7.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:36
27 MAR 2017
Dok: Menteri Keuangan Sri Mulyani
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - APBN menjadi instrumen fiskal paling penting dalam pengelolaan perekonomian negara, karena APBN terdapat anggaran yang bisa menjalankan roda ekonomi masyarakat. 

Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan kuliah umum dengan tema “APBN Untuk Membangun Generasi Bangsa” di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB).

"APBN adalah suatu kebijakan atau instrumen yang perlu untuk selalu siap. Untuk menjadi sehat dia harus kredibel. Kredibel itu artinya bisa dipercaya. Kalau APBN mau kredibel, apa yang ditulis dan apa yang dikerjakan harus sedekat mungkin," kata Menkeu seperti dikutip kemenkeu.go.id, hari ini.

Dalam pemaparannya, Menkeu menjelaskan mengenai instrumen fiskal yang dimiliki pemerintah dan instrumen paling penting adalah APBN. 

Menkeu memaparkan alur penyusunan APBN dimulai dari pemeriksaan ekonomi berdasarkan asumsi makro serta outlook dari pertumbuhan ekonomi. "Pertumbuhan ekonomi dihitung riil. Pajak, nilai tukar, harga minyak, produksi minyak semuanya menjadi asumsi untuk bahan awal menghitung perkiraan penerimaan negara dari pajak perpajakan dan dari penerimaan negara bukan pajak. Kemudian, kita lihat daftar belanja Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah," tambah Menkeu.

Ia pun menjelaskan keputusannya di tahun 2016 mengenai penyesuaian APBN supaya tidak menimbulkan keguncangan. "Karena revenue short, kita hitung lagi untuk adjustment. Namun pengeluaran yang dipotong, kita buat cukup presisi sehingga kondisi ekonomi tidak mengalami shock tapi momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga," jelasnya.

Terbaru
26 April 2017 | 20:15
Rupiah melemah ke Rp13.278
21 April 2017 | 20:00
Rupiah melemah ke Rp 13.311
20 April 2017 | 20:45
Nilai tukar rupiah relatif stabil
4 April 2017 | 21:41
Amnesti pajak sebabkan deflasi
Keuangan