Keuangan

BI bagikan alat deteksi uang palsu ke masyarakat

8.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:30
23 APR 2017
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Selatan membagikan alat deteksi keaslian uang rupiah kertas berupa alat sinar ultra violet dan kaca pembesar kepada masyarakat Kecamatan Paminggir, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Asisten Manajer Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Fakhrurraji di Amuntai. Sabtu (22/04/2017), mengatakan keaslian uang kertas rupiah selain bisa diperiksa melalui 3D yakni dilihat, diraba dan diterawang juga bisa dengan menggunakan alat.

"Jika masyarakat belum yakin dengan keaslian uang kertas rupiah bisa menggunakan alat sebagaimana yang telah kami bagikan, karena ada pengaman canggih di kertas uang rupiah edisi baru seperti gambar, garis dan warna tersembunyi," ujarnya.

Fakhrurraji mengatakan uang rupiah palsu dipastikan tidak mampu meniru teknik pengaman uang kertas rupiah edisi baru berupa angka dan huruf sangat kecil yang tercantum jelas dan rapi yang hanya bisa diamati apabila menggunakan kaca pembesar.

Belum lagi, gambar-gambar tersembunyi yang hanya terlihat jika terkena cahaya ultra violet seperti gambar tokoh pahlawan, logo dan tulisan BI, motif batik, gambar hewan hingga peta kepulauan Indonesia.

Sebelumnya, Bank Indonesia Kalsel melaksanakan sosialisasi keaslian uang rupiah khususnya edisi keluaran baru 2016, di beberapa daerah terpencil di Kalimantan Selatan.

Salah satu daerah terpencil yang dikunjungi tim Bank Indonesia adalah Desa Paminggir Seberang dan Desa Tampakang.

Pada kunjungan tersebut, BI juga melaksanakan kas keliling di antaranya membuka pelayanan penukaran uang lama dan uang lusuh/rusak kepada uang edisi baru.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan cukup antusias dari masyarakat. Tidak sedikit di antara mereka yang mengajukan pertanyaan seputar uang edisi baru pada saat sosialisasi kemaren," terangnya.

Upaya Bank Indonesia melakukan "road show" ke beberapa daerah terpencil di Kalsel, untuk menepis keraguan masyarakat, tentang keberadaan uang baru.

Karena belum mengenal, banyak masyarakat menolak transaksi jual beeli dengan menggunakan uang rupiah baru, karena khawatir uang yang baru mulai diedarkan awal 2017 tersebut palsu.

Selain ke daerah terpencil, BI juga rutin melakukan sosialisasi di tempat-tempat keramaian lainnya, seperti pasar, lokasi wisata, dan kampus, sehingga uang rupiah baru bisa segera diterima dan dikenal secara luas.

KATA KUNCI : , , ,
Keuangan