Keuangan

Masyarakat diminta hati-hati saat lakukan transaksi nontunai

5.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:49
03 MEI 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan transaksi nontunai, seperti uang elektronik, kartu debet, kartu kredit maupun kegiatan belanja daring (e-commerce).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara melalui pesan tertulis di Jakarta, hari ini, mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak penerbit kartu serta kepolisian apabila mencurigai adanya penipuan atau kejahatan transaksi nontunai.

Jika menggunakan transaksi nontunai, masyarakat harus menjaga kartu dengan baik dan aman. "Serta gunakan hanya untuk melakukan transaksi pembayaran. Bukti pembayarannya disimpan, dan lakukan pengecekan berkala," ujar dia, dikutip dari Antaranews.

Masyarakat juga diminta tidak menggunakan kartu nontunai untuk melakukan transaksi yang melanggar ketentuan seperti "gestun". Gestun adalah transaksi menggunakan kartu kredit untuk seolah-seolah melakukan pembelian, padahal pengguna tidak mendapatkan barang, namun mendapatkan uang tunai.

Untuk bertransaksi secara elektronik, BI mengingatkan masyarakat untuk menggunakan perangkat di jaringan yang aman. Masyarakat juga diminta waspada terhadap aplikasi yang berisikan virus.

"Jangan bertransaksi menggunakan jaringan publik yang disalahgunakan, dan jangan unduh data dari sumber yang tidak dipercaya," ujar Tirta.

Pengguna transaksi nontunai juga diminta untuk menjaga kerahasiaan PIN, nama pengguna (username) dan sandi (password).

"Masyarakat juga perlu waspada modus penipuan dengan modus kenaikan batas saldo, hadiah, dan diskon," ujar dia.

Apabila kehilangan kartu, masyarakat diminta untuk segera menghubungi pusat kontak (call center) dan lakukan pemblokiran kartu nontunai.

Keuangan