Keuangan

Perppu Akses Informasi Keuangan dinilai tumpang tindih

17.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:39
19 MEI 2017
Dok: Presiden Joko Widodo
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan Presiden menilai Perppu yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Perpajakan tumpang tindih dan rawan disalahgunakan.

Perppu tersebut memberikan akses yang luas bagi otoritas perpajakan untuk menerima dan memperoleh informasi keuangan bagi kepentingan perpajakan.

"Banyak UU yang dilabrak oleh Perppu seperti Pasal 40 ayat 1 UU Tahun 1998 tentang Perbankan, UU Nomor 16 / 2009 tentang KUP pasal 34 Ayat (1), UU No. 21 / 2008  tentang Perbankan Syariah pasal 41, UU No  8 / 1995 tentang Pasar Modal sebagaimana Pasal 95 dan pasal 96," kata Heri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (19/05/217).

Selain itu, dikeluarkannya Perrpu oleh presiden juga perlu dipertanyakan karena, sebagaimana dalam pasal 22 ayat 1 UUD 1945, Perppu seharusnya dikeluarkan apabila keadaan genting dan memaksa.

"Nah, pertanyaannya sekarang apakah karena komitmen atas perjanjian internasional bisa dikualifikasi sebagai situasi genting yang memaksa? Hal itulah yang harus diberikan penjelasan oleh Menteri Keuangan: apanya yang genting dan memaksa," kata politisi Partai Gerindra itu.

Hal lain yang perlu disoroti dari Perppu tersebut adalah soal kewenangan kepada Direktur Jenderal Pajak (DJP) untuk mendapatkan akses informasi keuangan dari lembaga jasa keuangan yang melaksanakan kegiatan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, lembaga jasa keuangan lainnya, dan/atau entitas lain yang dikategorikan sebagai lembaga keuangan sesuai standar pertukaran informasi keuangan berdasarkan perjanjian internasional di bidang perpajakan.

"Kewenangan itu melabrak prinsip kerahasiaan bank. Setiap nasabah harus dilindungi kerahasiaan datanya oleh bank. Ini kan jadi masalah. Peraturan perundang-undangan menjadi kacau dan tumpang tindih," katanya.

Sponsored
The Money Fight

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
Keuangan
Sponsored