Ekonomi

Jokowi sebut kenaikkan harga cabai karena gagal panen

2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:55
09 JAN 2017
Dok. Cabai
Editor
Stefanus Yugo
Sumber
setkab.go.id

Rimanews - Kenaikkan harga cabai, menurut presiden Joko Widodo, tidak bisa dihindari karena kondisi pertanian cabai pada 2016 kurang bagus sehingga pasokan cabai berkurang.

"Musimnya kemarin memang jelek untuk cabai sehingga banyak yang busuk dan gagal panen sehingga supply-nya kurang. Itu fluktuatif,," kata Jokowi kepada para wartawan saat mengunjungi Pasar Kajen Pekalongan, seperti dilansir laman Setkab, hari ini.

Memasuki tahun 2017, harga cabai di sejumlah daerah mengalami kenaikan. Di Kalimantan harga cabai per kilogram mencapai Rp200 ribu, di pulau Jawa harga cabai berkisar Rp100.000 hingga Rp150 ribu per kilogram.

Menurut Jokowi, untuk mengatasi kurangnya pasokan komoditas cabai di sejumlah daerah, pemerintah mengupayakan untuk menyalurkan stok komoditas cabai yang melimpah di daerah lainnya kepada daerah-daerah yang mengalami kekurangan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mencontohkan, daerah yang memasok untuk daerah lainnya. "Gorontalo stoknya melimpah, dari sana akan kami salurkan ke daerah lain,” tutur Enggartiasto.

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
23 Januari 2017 | 10:51
IHSG dibuka naik tipis
20 Januari 2017 | 22:47
87 persen buruh belum memiliki rumah
20 Januari 2017 | 22:33
Ekspor rambut palsu meningkat
20 Januari 2017 | 22:21
Harga karet turun drastis
19 Januari 2017 | 21:17
Kopi Indonesia bidik pasar Nigeria
19 Januari 2017 | 15:24
Harga minyak dunia turun akibat AS
19 Januari 2017 | 15:03
Harga sawit kembali naik
19 Januari 2017 | 13:25
33 perusahaan sawit di Riau ilegal