Ekonomi

DPR minta pemerintah tak hanya kejar target pertumbuhan ekonomi

1.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:26
20 MEI 2017
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Reuters

Rimanews - Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan meminta pemerintah agar jangan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tapi, juga harus melihat dampak pertumbuhan tersebut terhadap pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan.

"Pemerintah tetap mesti realistis dalam mematok pertumbuhan ekonomi dan secara jujur mengakui bahwa sejak krisis 1998 ini belum ada capaian ekonomi yang berkualitas dan sesuai dengan tugas konstitusional yang seharusnya. Ekonomi yang disebut-sebut tumbuh hingga 6,1% itu harusnya bisa membebaskan rakyat dari pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan," kata Heri di Gedung DPR RI, Jakarta.

Investasi harus menjadi perhatian yang serius sebagai tulang punggung ekonomi. Terkait rasio tabungan terhadap PDB yang berada di level 34%, itu adalah salah satu cara untuk menopang kebutuhan investasi. Tapi, yang diperlukan sekarang adalah bukan sekadar angka-angka di kertas, tapi eksekusi yang konkret. Selanjutnya pemecahan atas masalah investasi harus sungguh-sungguh seperti penyederhanaan izin dan fasilitasi penyelesaian permasalahan yang dihadapi investor harus menjadi fokus pemerintah baik di pusat dan di daerah.

"Pemerintah pusat harus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah. Koordinasi dan sinergi yang baik antara pusat dan daerah harus terbangun dengan baik. Masih banyak daerah-daerah yang belum mengadopsi langkah-langkah debirokratisasi di pusat. Selain itu, masalah konektivitas infrastruktur dan mahalnya biaya logistik harus tetap menjadi perhatian paling penting dari pemerintah," ujar anggota DPR asal Sukabumi itu.

Sebuah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus ditopang oleh postur APBN yang kredibel. Jangan sampai justru pertumbuhan itu ditopang oleh utang. Ingat, kita belum lepas dari ancama defisit fiskal yang makin kemari, makin tinggi.

"Jika demokrasi Indonesia terlalu terbebani oleh berbagai permasalahan yang kontra-produktif dan bahkan mengancam kesatuan dan fondasi negara kita, imbasnya akan langsung terasa pada berbagai hal, termasuk pada situasi perekonomian, yang akibatnya tentu saja negatif pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat," pungkasnya.

Terbaru
19 Mei 2017 | 11:59
Djarot resmikan Jakmart