Terusteranglah ke calon istri jika penismu kecil atau ejakulasi dini

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Terusteranglah ke calon istri jika penismu kecil atau ejakulasi dini

OPINI - Salah satu tujuan orang berpadu di pelaminan adalah merasakan puncak kenikmatan biologis, meskipun dalam banyak buku disebutkan bahwa inti pernikahan dan cinta itu ada di hati. Hidup memang tidak selalu sejalan apa yang ditulis dalam buku-buku laris tentang percintaan.

Urusan ranjang tak bisa dianggap sepele dalam pernikahan, dan bukan hanya monopoli kaum pria untuk mereguk kepuasannya. Seks adalah salah satu tiang penopang mahligai pernikahan—yang jika tidak ada, pernikahan akan tergerogoti dan bisa roboh setiap saat.

Oleh karena itu, jika memiliki gejala-gejala yang akan membuat kepuasan seksual pasangan terganggu, sebaiknya terus terang sebelum memanggil penghulu untuk acara ijab-kabul. Bagi kaum pria, gangguan itu misalnya preferensi seksual (seperti biseksual), impotensi, libido rendah (atau malah sebaliknya, hiperseks), penis ganda, ejakulasi dini, atau penis terlalu kecil. Dalam tulisan ini, kita fokuskan pada penis kerdil dan ejakulasi dini—karena yang paling lazim ditemukan.

Tidak ada data pasti di Indonesia berapa jumlah pria menderita ejakulasi dini atau berpenis mini. Akan tetapi, prevalensi di seluruh dunia adalah 20-30% pria mengalami ejakulasi dini. Sementara itu, ukuran penis rata-rata orang Indonesia adalah 12cm, dalam keadaan ereksi.

Jika penis Anda hanya sepanjang jari kelingking saat ereksi (5-7cm), tentu ukuran sekerdil ini sebaiknya diceritakan secara terus terang ke calon istri. Ukuran memang tidak menjadi faktor utama kepuasan di ranjang, akan tetapi terlalu kecil bisa mengecewakan: apalagi, sudah kecil, libido kurang, ejakulasi dini pula.

Cici (26) adalah perempuan yang menjanda gara-gara sang suami menderita kesulitan menerima rangsang, berpenis sangat kecil (tak tampak ketika digenggam dalam keadaan ereksi), plus ejakulasi dini.

Singkat cerita, persoalan di ranjang ini sering memicu pertengkaran-pertengkaran yang berujung kepada talak oleh suaminya di pengadilan agama pada akhir tahun 2016. Kepada hakim, keduanya mengaku sudah tidak cocok lagi. Padahal, inti masalahnya adalah urusan 4X4. Sekitar 3 tahun pernikahannya pun kandas.

Hampir sama dengan Cici adalah Ike (33) yang selama 10 tahun menikah mengaku tidak pernah merasakan orgasme. Dia kini dalam proses menggugat cerai sang suami. Selain ejakulasi dini, suami Ike amburadul dalam memberikan nafkah finansial. Dua alasan ini menjadi pertimbangan kuat Ike untuk mengakhiri pernikahannya; padahal, pernikahannya membuahkan satu anak lelaki. Sama seperti Cici, masalah seks tidak diungkapkan di pengadilan.

Akan tetapi, ada juga seorang pria berpenis kecil, tetapi 16 tahun rumahtangganya masih bertahan hingga kini. Sadi (40) mengaku penisnya hanya sepanjang jari kelingking dalam keadaan ereksi, tetapi sang istri diakuinya mengerti kondisinya. Rumah tangganya diklaim baik-baik saja, dengan anugerah satu anak perempuan. Berbeda dengan suami Cici, Sadi mengaku tidak mengalami gangguan ereksi maupun ejakulasi dini.

Berangkat dari pengakuan Cici dan Ike, sangat mungkin data penyebab perceraian karena kegagalan suami memberikan kelegaan di ranjang jauh lebih tinggi daripada yang orang perkirakan, karena selama ini disembunyikan. Maklum, sampai detik ini, masih saja ada yang beranggapan bahwa seks bukanlah kebutuhan pokok bagi perempuan. Ketika mengungkapkan hasratnya, wanita sering dituduh maniak.

Anak gadis tentu akan malu-malu menanyakan ukuran penis Anda (para bujang). Oleh karena itu, sebaiknya berterus terang, supaya tidak ada pihak yang dikecewakan karena ukuran dan potensi organ reproduksi tersebut. Jangan membuat orang lain seperti membeli kucing dalam karung.

Tidak pantas malu mengungkapkan ke calon istri jika penis seukuran busi motor matic, sebagaimana mata Anda tidak malu-malu mengira-ngira ukuran payudara calon istri dari balik bajunya. Apalagi, jika memiliki masalah ejakulasi dini, katakan apa adanya.

Jika calon istri menolak menikah karena masalah tersebut, itu adalah hak dia yang harus dihargai, dan penolakan seperti ini sama sekali tidak tercela. Apabila ternyata dia menerima, bersyukurlah karena dia sedemikian baik menerima Anda sambil mencari pengobatan (untuk ejakulasi dini) dan mencari cara-cara alternatif untuk kepuasan di kasur. 

Saatnya bergerak wujudkan cita-cita bangsa
Apa pun jurusan Anda, ada satu pelajaran yang tak boleh ditinggalkan
Kunci sukses menurut Maudy Ayunda
5 cara menurunkan berat badan dengan fitness tracker
Menterjemahkan Islam secara subsantif ala Bung Karno
Fetching news ...