Feminin

Biasanya orang bertahan di zona tak nyaman saat...

3.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:19
28 FEB 2017
Editor
Sumber
Antara

Rimanews - Praktisi komunikasi sekaligus personal branding specialist Erwin Parengkuan menilai kekuatan seseorang bertahan di zona tak nyaman salah satunya tergantung pada kesadarannya pada peran, dan tanggung jawabnya.

"Semuanya bisa kita lakukan, kita bisa bertahan di satu tempat yang mungkin tidak kita suka, kalau Anda sangat sadar dengan role and responsibility Anda," ujar dia di Jakarta, Selasa (28/2/2017). 

Dalam dunia pekerjaan, misalnya. Seseorang yang memiliki kepribadian kurang percaya diri, tidak suka perubahan, kurang berminat mencoba hal-hal baru, bisa saja menggeluti pekerjaan semisal wartawan. 

"Walaupun personality Anda berbeda dari yang dibutuhkan dalam pekerjaan Anda, misalnya Anda adalah wartawan yang dituntut mempunyai kecermatan berpikir. Tetapi Anda misalnya adalah si Damai dan si Gesit. Jadi kadang-kadang, tulisan yang Anda buat "ngaco"," tutur Erwin. 

"Anda bisa benar kalau Anda sadar role and responsibility Anda sebagai seorang jurnalis Anda harus relevan. Ketika seseorang punya itu di kepalanya dia, dia enggak akan salah," sambung dia. 

Selain itu, mentalitas dan sekuat apa kebutuhan seseorang juga menjadi penentu kekuatannya bertahan di dunia yang bertolak belakang dengan kepribadiannya. 

"Mendapatkan pekerjaan yang bertolak belakang dengan kepribadian Anda, Anda bisa berubah. Tergantung sekuat apa Anda bertahan, sekuat apa kebutuhan Anda. Mentalnya sekuat apa, itu yang akan membuat dia bertahan atau tidak," tandasnya.

KATA KUNCI : , , ,
Feminin