Feminin

Skip challenge ternyata tindakan bunuh diri

3.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:00
10 MAR 2017
Editor
Sumber
Antara

Rimanews - Tak semua hal perlu Anda lakukan jika ingin dibilang kekinian, apalagi jika itu membahayakan nyawa Anda, salah satunya melakukan skip challenge atau pass-out challenge

Skip challenge mengharuskan pesertanya menekan dada sekeras-sekerasnya selama beberapa waktu. Beberapa bahkan mengharuskan peserta tantangan menekan lehernya atau kerap disebut choking game

Padahal, ketimbang label kekinian, pelaku tantangan ini justru menghadapi risiko kematian karena terhambatnya suplai oksigen ke otak, akibat tekanan yang diberikan pada bagian dada atau leher. 

Hal ini seperti diungkapkan, chief of emergency medicine dari  Our Lady of Lourdes Medical Center, Camden, New Jersey, Alfred Sacchetti. 

"Bahaya bahkan muncul saat Anda melakukannya kali pertama. Sekarang berpikirlah kalau "Saya lebih pintar dari orang-orang yang bunuh diri"," ujar dia seperti dilansir dari WebMD

Hal senada juga disampaikan Dr Nick Flynn dari Union Quay, Medical Centre, Cork, Irlandia. Dia mengingatkan risiko kejang, kerusakan otak yang berdampak kematian bagi mereka yang melakukan skip challenge atau pass-out game atau choking game

"Tantangan ini sama saja  menghentikan otot dada bekerja dan Anda tidak bisa mendapatkan oksigen ke otak. Otak kemudian kekurangan oksigen dan korbannya kehilangan kesadaran," kata dia. 

"Apa yang sebenarnya terjadi di otak adalah kekurangan oksigen, mirip ketika seseorang tenggelam, tersedak atau mengalami serangan jantung. Hal ini menyebabkan hipoksia atau rendahnya tingkat oksigen di otak, sehingga menyebabkan kejang dan kematian," sambung Flynn seperti dilansir Irish Examiner.   

Dia mengatakan, jika kadar oksigen ke otak rendah selama lebih dari tiga menit, maka otak Anda bisa mengalami gangguan. Dan jika ini terjadi selama lebih dari lima menit, kematian menjadi risikonya. 

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
21 Juni 2017 | 05:14
Pilihan kaftan untuk Lebaran
Feminin