Kesehatan

Mengapa wanita lebih sering migrain?

2.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:46
14 MAR 2017
Reporter
Chaerunnisa
Sumber
Rimanews

Rimanews - Apakah Anda sering mengalami sakit kepala sebelah atau migrain? Apa yang sering menyebabkan migrain Anda terjadi? Menurut penelitian, wanita empat kali lebih rentan mengalami migrain dibandingkan dengan pria. Kenapa wanita lebih rentan migrain? 

Untuk mengetahui alasan wanita lebih mudah terserang migrain, Hello Sehat akan memberikan penjelasannya kepada Anda:

Apa itu migrain?

Migrain adalah timbulnya rasa sakit kepala yang disertai dengan sensasi berdenyut yang dahsyat. Rasa sakit kepala ini biasanya terjadi karena adanya perubahan pada aktivitas otak Anda. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh migrain dapat sangat menyakitkan dan tak tertahankan.

Pada beberapa kasus, pergerakan yang Anda lakukan ketika Anda mengalami migrain justru mampu memperburuk kesakitan yang Anda rasakan.

Terkadang gejala yang ditimbulkan oleh migrain dapat diikuti dengan peningkatan sensitivitas Anda terhadap suara, aroma, dan cahaya, serta kesemutan pada kaki dan tangan, yang mungkin mampu disertai dengan mati rasa. Sayangnya, beberapa penelitian menemukan bahwa memang ada hubungan erat antara wanita dan migrain.

Kenapa wanita lebih rentan migrain?

1. Otak wanita lebih sensitif

Otak wanita cenderung lebih sensitif. Perubahan-perubahan sederhana seperti suhu rruangan dan perubahan pola tidur bahkan mampu memicu perubahan emosi tiba-tiba pada wanita. Perubahan emosi secara tiba-tiba ini kemudian menyebabkan timbulnya suatu gelombang abnormal di otak (cortical spreading depression).

Menurut seorang ahli neurologi dari University of California, Andrew C. Charles, gelombang ini dapat menyebabkan peradangan dan kesakitan, naik turunnya aliran darah serta sel saraf tertekan pada otak. Sehingga, timbulnya gelombang ini belakangan sering dikaitkan dengan terjadinya migrain.

2. Hormon

Pada setiap bulannya, wanita akan mengalami menstruasi. Sebelum memasukai siklus menstruasi, terdapat fase di mana kadar estrogen akan mengalami penurunan serta kadar asam lemak prostagladin akan mengalami peningkatan, dengan selisih yang cenderung signifikan dan secara tiba-tiba.

Kondisi ini ternyata mampu memicu penurunan senyawa kimia yang terdapat dalam otak (serotonin) serta menyebabkan pembuluh darah pada otak berkontraksi dan mengalami pelebaran, sehingga memicu terjadinya migrain.

Selain pada saat menstruasi, situasi ini juga dapat terjadi saat wanita tersebut memasuki masa menopause dan saat menggunakan kontrasepsi hormonal (pil KB).

3. Cara kerja otak yang berbeda

Penelitian yang dilakukan oleh Boston Children Hospital dengan Harvard Medical School berhasil mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan antara cara kerja otak pria dengan wanita ketika mengalami migrain.

Penelitian yang dilakukan dengan melakukan scan terhadap 44 otak partisipan ini menemukan, bahwa ketika wanita mengalami migrain, area yang berfungsi mewadahi otak (materi abu-abu atau grey matter) mengalami penebalan pada kedua bagian yang berfungsi dalam pemrosesan rasa sakit (posterior insula dan precuneus).

Uniknya, reaksi ini tidak terjadi pada otak pria yang tengah mengalami migrain. Para peneliti lalu melakukan perbandingan terhadap dampak dari kondisi ini dan menemukan, bahwa penebalan pada kedua area ini saling berkomunikasi dan berkoordinasi dalam menimbulkan rasa sakit.

Dapatkan migrain dicegah?

Sayangnya, belum diketahui secara spesifik apa yang dapat menyebabkan terjadinya migrain. Tiap migrain dengan wanita bahkan mungkin memiliki pemicu yang berbeda satu sama lain. Migrain mungkin umumnya tidak berkembang semakin buruk, namun dilansir dari Healthline, mengalami migrain dapat meningkatkan risiko Anda terserang stroke dua kali lebih besar.

Mengetahui apa saja yang dapat memicu timbulnya migrain Anda, hingga dengan membuat catatan pemicu migrain Anda sendiri, mungkin akan mampu menghindarkan Anda terserang migrain, setidaknya karena penyebab yang sama.

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
26 Maret 2017 | 11:53
UGM bagikan 1.000 handphone
22 Maret 2017 | 20:01
Jangan lakukan ini setelah makan!
19 Maret 2017 | 03:00
Gejala awal depresi
16 Maret 2017 | 22:00
Kena influenza? Istirahatlah!
10 Maret 2017 | 21:00
Alasan garuk-garuk jadi menular
10 Maret 2017 | 17:11
Jangan spelekan pegal-pegal
Kesehatan