Kesehatan

Penyakit yang bisa dideteksi lewat bau mulut

2.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:50
20 MAR 2017
Reporter
Chaerunnisa
Sumber
Rimanews

Rimaness - Kesehatan gigi yang buruk adalah penyebab utama sebagian besar kasus halitosis (bau nafas tak sedap), tetapi bau mulut juga dapat menandakan kondisi medis yang lain. Menurut studi dalam jurnal Gut pada April 2015, teknologi pengujian napas terbaru dapat mendeteksi kanker lambung dalam tahap awal. 

Namun, kanker lambung bukan satu-satunya yang dapat menyebabkan bau pada napas Anda. Berikut, Hello Sehat akan menjabarkan beberapa penyakit yang bisa dideteksi melalui bau mulut.

Kondisi kesehatan yang menyebabkan bau mulut

1. Penyakit gusi

Penyakit gusi dapat menyebabkan bau mulut. Studi pada 2012 menemukan hubungan langsung antara periodontitis dan gingivitis (radang gusi) dengan bau mulut. Halitosis ini adalah hasil dari bakteri yang tinggal di dalam mulut penderita.

2. Kanker

Jangan panik dan langsung berpikir bahwa bau mulut Anda adalah pertanda kanker. Kanker dapat membuat napas seseorang memiliki banyak komplikasi. Bau pada pernapasan dapat mengidentifikasi kanker pada tahap awal. Cleveland Clinic telah menguji perangkat yang dapat mendeteksi kanker paru dari 80% pasien, hanya berdasarkan tes napas saja.
Kemoterapi dan terapi radiasi dapat menyebabkan mulut kering dengan mempengaruhi produksi air liur. Tanpa aliran air liur yang cukup, bakteri yang tidak diinginkan dapat meningkatkan pelepasan gas sulfur yang dapat membuat bau napas lebih buruk.

3. Alergi

Jika Anda menderita alergi, selain tenggorokan gatal, hidung tersumbat, dan mata berair, Anda juga akan mengalami bau mulut. Lendir dan ingus dapat menyediakan lahan untuk kuman jahat yang menyebabkan bau mulut. Sering kali ketika kita memiliki alergi, Anda akan mengalami mulut kering. Hal ini juga menyebabkan bau pada mulut. Meskipun belum ada solusi yang baik bagi masalah ini, namun menghilangkan ingus dan menjaga mulut tetap bersih dan segar dapat membantu Anda lepas dari alergi dan bau mulut.

4. Diabetes

Penderita diabetes mengalami produksi insulin yang tidak memadai. Hal ini dapat mengarahkan tubuh untuk membakar lemak, dan kondisi ini disebut ketoasidosis. Kondisi ini dapat berlanjut kepada peningkatan keton (produk dari metabolisme lemak) dan tubuh akan mengeluarkannya lewat urin dan paru-paru. Hal tersebut dapat menyebabkan napas bau seperti aseton (dimetil keton).

5. Penyakit liver

Penderita penyakit liver mengalami bau napas yang oleh ilmuwan disebut sebagai fetor hepaticus. Telah ditemukan bahwa bau apek pada mulut dapat mengindikasikan gangguan pada hati, bahkan sering kali muncul sebelum gejala lainnya.

6. Gagal ginjal

Telah ditemukan bahwa bau mulut dapat mengenali kemungkinan gagal ginjal. Peneliti berspekulasi bahwa ini mungkin terjadi karena perubahan metabolisme yang dapat menyebabkan mulut kering, kurangnya air liur, dan menurunnya indra pengecap. Seluruh kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap halitosis karena air liur gagal untuk membersihkan mulut.

7. Candida albicans

Kasus lain yang dapat menyebabkan bau mulut adalah Candida albicans. Jamur ini telah terbukti menjadi masalah umum bagi mereka yang memiliki tindikan di lidah. Masalah ini juga telah diidentifikasi pada pemakai gigi palsu atau pemakai kawat gigi.

8. Refluks asam lambung kronis

Menderita refluks asam lambung kronis sudah cukup buruk. Bagi mereka yang mengidap penyakit tersebut, menjaga mulut tetap bersih adalah hal yang sangat pening. Sebuah ulasan dari beberapa studi mengenai penderita GERD (Gastroesophogeal Reflux Disease) menemukan bahwa halitosis sering kali mengganggu pasien GERD. Naiknya asam dan bahan-bahan lain yang sebagian telah dicerna ke dalam esofagus dan rongga mulut dapat menimbulkan masalah bau mulut dan menyulitkan untuk menjaga kebersihan rongga mulut.

9. Helicobacter pylori

Infeksi H.pylori, biasanya berkaitan dengan maag dan masalah saluran pencernaan lainnya, memiliki kemungkinan munculnya halitosis pada penderita. Sebuah studi menemukan bahwa penderita gangguan pencernaan mengidap halitosis dan infeksi H.pylori. Untungnya, ketika para penderita dapat mengatasi infeksi tersebut, halitosis akan menghilang.

10. Sindrom Sjögren

Terkadang, mulut kering disebabkan oleh gangguan autoimun (tubuh menyerang diri sendiri). Satu kondisi medis yang dikenal sebagai sindrom Sjögren berlangsung ketika tubuh menyerang dan menghambat kelenjar eksokrin (seperti kelenjar air liur) dari menjalankan fungsinya. Masalah seperti ini menyebabkan mulut kering dan juga masalah lainnya yang berkaitan.

Tahukah Anda bahwa menjaga kesehatan mulut yang baik sangat penting untuk mengurangi bau mulut? Jadi, pastikan Anda menjadwalkan kunjungan ke dokter gigi secara teratur untuk pembersihan dan pemeriksaan gigi. Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk menghilangkan sisa-sisa makanan dan plak, dan jangan lupa juga sikat lidah Anda. Bicaralah dengan dokter gigi Anda jika Anda memiliki masalah bau mulut. Dokter akan membantu untuk mengidentifikasikan penyebabnya.

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
26 Maret 2017 | 11:53
UGM bagikan 1.000 handphone
22 Maret 2017 | 20:01
Jangan lakukan ini setelah makan!
19 Maret 2017 | 03:00
Gejala awal depresi
16 Maret 2017 | 22:00
Kena influenza? Istirahatlah!
10 Maret 2017 | 21:00
Alasan garuk-garuk jadi menular
10 Maret 2017 | 17:11
Jangan spelekan pegal-pegal
Kesehatan