Kesehatan

Ilmuwan kembangkan alat pendeteksi dini epilepsi

5.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:01
10 JUL 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ilmuwan Melbourne mengembangkan sebuah alat yang bentuknya diklaim "sesuai untuk otak" untuk memprediksi dan mencegah serangan epilepsi.

Alat bernama Minder itu dikembangkan di Rumah Sakit St. Vincent’s dan Institut Graeme Clark. Alat ini bisa ditanam di bawah jaringan kulit kepala dan mampu merekam gelombang otak.

Data tersebut kemudian direkam dan disimpan di aplikasi ponsel dan dapat memberitahu para penderita epilepsi atas kemungkinan terjadinya serangan, sebagaimana dilansir Australia Plus, Senin (10/07/2017).

Pakar syaraf dan peneliti utama Prof. Mark Cook mengatakan, data yang direkam Minder dapat juga membantu para dokter mendiagnosa epilepsi dan menyesuaikan pengobatan bagi pasien.

“Sangat sulit memperkirakan berapa banyak serangan yang diderita seorang pasien epilepsi. Ketika mereka mengalami serangan seringkali sulit memperkirakan pengobatan apa yang tepat atau bagaimana membuat mereka menjadi aman dari serangan,” jelasnya.

“Dari data yang direkam Minder, kita dapat memperkirakan seberapa besar kemungkinan serangan akan terjadi dalam beberapa jam sebelumnya. Data ini akan tampak seperti prakiraan cuaca, dan menginformasikan dalam beberapa jam terdapat peluang 60 persen misalnya, untuk terjadinya serangan epilepsi.

“Perangkat ini akan memberikan peringatan semacam itu sehingga mereka dapat memperkirakan apakah aman melakukan berbagai hal dan pergi keluar. Begitu juga jika pengobatan yang mereka terima bekerja dengan baik," papar Cook.

“Perangkat ini akan mengubah kondisi pasien epilepsi secara signifikan karena mereka akan memiliki kendali yang lebih baik terhadap kehidupan mereka,” jelasnya seraya menambahkan, perangkat tersebut dapat membantu ratusan ribu penderita epilepsi.

"Satu persen dari populasi Australia menderita epilepsi kronis. Banyak di antara mereka tidak cukup dikontrol oleh perawatan yang ada sekarang. Jadi, kehadiran perangkat ini akan membantu mereka semua," katanya.

Cook mengatakan, pengobatan untuk penderita epilepsi sebagian besar bersifat jangka panjang, sehingga tidak tersedia banyak perawatan untuk segera menghentikan kejang-kejang yang mereka alami.

"Mungkin lebih banyak perawatan yang akan dikembangkan jika kita bisa mengetahui kapan kejang-kejang itu akan terjadi," katanya.

Sejauh ini, perangkat Minder baru diujicobakan pada domba, namun telah dikembangkan selama lebih dari lima tahun.

Periset mengatakan, perangkat itu bisa tersedia dalam kurun waktu empat tahun lagi, jika tersedia pendanaan yang cukup untuk memproduksinya.

Menghemat anggaran kesehatan

Kepala Bionics Institute, Robert Klupacs mengatakan, perangkat tersebut bisa menghentikan penggunaan anggaran untuk biaya pengobatan seorang pasien sebesar $ 15 ribu hingga $ 25 ribu atau sekitar Rp152 juta hingga Rp254 juta.

"Kedengarannya jumlahnya sangat besar. Tapi ketika kita menghitung berapa banyak uang yang harus dibayarkan saat ini untuk memantau kesehatannya selama tiga, enam, 12 bulan, sebenarnya harganya lebih mahal dari itu," katanya.

Klupacs berharap perangkat ini bisa diuji secara klinis dalam kurun waktu 12 bulan. “Apa lagi yang ditunggu untuk memproduksi alat ini secara massal,” katanya.

“Tujuan dari ilmu pengetahuan di Australia adalah menciptakan teknologi yang akan dapat meningkatkan kehidupan para pasien,” jelasnya.

“Orang Australia mampu melakukan hal ini. Mereka mampu melakukannya secara klinis, khusus untuk pertimbangan teknik. Kendala kita saat ini adalah bagaimana mengkomersialkannya," tambahnya.

Sponsored
The Money Fight

Kesehatan
Sponsored