Kesehatan

Kurang tidur tingkatkan risiko terkena Alzheimer's

4.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:04
11 JUL 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Peneliti menunjukkan mengapa kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer's.

Kurang tidur semalam saja, menurut studi terbaru, dapat menyebabkan peningkatan kadar protein yang disebut beta amyloid. Sementara kadar protein yang disebut tau dapat meningkat jika seseorang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup selama sepekan.

Kedua protein itu diyakini dapat menyebabkan penyakit Alzheimer's.

"Kami menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk terkait dengan tingginya kadar protein pemicu Alzheimer's," kata dr. David Holtzman, profesor dan ketua departemen neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis.

Lebih dari 5 juta penduduk Amerika Serikat menderita Alzheimer's, tambah para peneliti dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari CBS News, Selasa (11/07/2017). Studi di masa lalu sudah menunjukkan hubungan antara buruknya kualitas tidur dan penyakit yang merusak memori manusia tersebut.

Sebagai contoh, orang yang menderita sleep apnea (gangguan serius pada pernapasan yang terjadi saat tidur) menyebabkan gangguan ringan pada kemampuan berpikir dan mengingat seseorang 10 tahun lebih cepat daripada mereka yang tidak mengalami kurang tidur.

Kerusakan kognitif ringan bisa menjadi tanda awal penyakit Alzheimer's.

Untuk membuktikan bahwa kualitas tidur yang buruk meningkatkan risiko Alzheimer's, peneliti merekrut 17 sukarelawan berusia antara 35 dan 65 tahun. Peserta penelitian harus tidak pernah mengalami gangguan tidur atau masalah mental.

Para peneliti menemukan bahwa kurang tidur semalam saja dapat menyebabkan peningkatan beta amyloid sebesar 10 persen. Tapi, kadar tau tidak mengalami perubahan hanya karena seseorang mengalami gangguan tidur semalam. Tau baru meningkat jika seseorang kurang tidur selama sepekan.

"Kami tak terkejut saat mengetahui bahwa kadar tau tidak meningkat ketika gangguan tidur terjadi untuk satu malam saja. Sementara amyloid meningkat lantaran kadar amyloid meningkat lebih cepat daripada tau," kata dr. Yo-El Ju, asisten profesor neurologi Universitas Washington. "Tapi, dapat kita lihat, ketika tidur para peserta penelitian terganggu selama beberapa malam secara beruntun, kadar tau mereka meningkat."

Jadi apakah kurang tidur untuk satu malam dapat meningkatkan risiko terkena Alzheimer's?

Mungkin tidak, kata Ju, karena kadar tau dan amyloid kemungkinan akan kembali normal dalam jangka waktu tertentu.

"Perhatian utama kami adalah orang-orang yang memiliki masalah tidur kronis. Saya rasa hal itu dapat menyebabkan kadar amyloid meningkat hingga tingkat kronis, yang dari hasil studi terhadap hewan terlihat bahwa hal itu meningkatkan risiko plak amyloid dan Alzheimer's," jelas Ju.

Para peneliti juga tidak dapat memastikan apakah kualitas tidur yang baik dapat mengurangi risiko Alzheimer's.

"Saat ini, kami tak dapat mengatakan bahwa memperbaiki kualitas tidur dapat mengurangi risiko terkena Alzheimer's. Yang dapat kami katakan adalah bahwa kualitas tidur yang buruk meningkatkan kadar beberapa protein yang terkait dengan Alzheimer's," kata Ju.

Studi tersebut dipublikasikan pada 10 Juli di jurnal Brain.

KATA KUNCI : , , ,
Kesehatan