Musik

Maya Hasan dan kecintaan pada ulos serta O Tano Batak

1.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:01
10 JAN 2017
Editor
Chaerunnisa
Sumber
Antara

Rimanews - Peharpa Maya Hasan  gemar mengeksplorasi kekayaan seni budaya nasional untuk diperkaya dalam khasanah musik Indonesia. Maya pun mengungkapkan kecintaannya pada ulos Batak dan suku Batak, O Tano Batak.

Aslinya harpa adalah alat musik dari Eropa yang sangat jauh dari Tanah Batak di Sumatera Utara. Dentingan dawai-dawainya juga bercita rasa sangat berbeda dengan gondang Batak dan musik Batak yang khas itu.

"Aku berkolaborasi dengan prodigi asal Tarutung, namanya Roland Tobing pada Festival Kasih Natal Tapanuli Utara 2016," kata peharpa Maya Hasan.

Perempuan lulusan Willamette University, Oregon, Amerika Serikat itu memang gemar mengeksplorasi kekayaan seni budaya nasional untuk diperkaya dalam khasanah musik Indonesia. Dia pun menceritakan, gelaran musik di Tarutung, Sumatera Utara, yang dihelat di Jakarta, beberapa waktu lalu, sungguh unik dan menyentuh.

"Aku bersama Rita Butarbutar dan Jay Wijayanto diminta menjadi juri di sana. Aku juga tampil dengan busana tradisional Batak, ulos tumtuman dari Pancur Napitu Silindung, lengkap dengan tusuk konde khas Batak. Senang sekali," katanya.

Di balik penampilannya membawakan lagu yang sangat menyentuh bagi suku Batak, "O Tano Batak", dia menyinggung tentang busananya.

"Aku senang sekali mengenakan busana-busana yang mengangkat kembali nilai-nilai luhur busana nasional. Karena, aku mencoba untuk menginspirasi wanita Indonesia untuk mencintai busana daerahnya kembali. Agar kecintaan itu jangan punah," kata dia.

Memainkan alat musik serius dari Barat bernama harpa bukan berarti Maya kehilangan roh dan akar budayanya. Justru sebaliknya.

"Lagu-lagu daerah dan nasional kita, juga busana-busana tradisional kita, dipadukan dengan harpa. Semoga menjadi cermin bangsa Indonesia yang tidak melupakan akar budayanya walau sudah terbuka terhadap kebudayaan Barat," ungkap dia.

"O Tano Batak", lagu yang sering diperdengarkan setiap ada perhelatan di kalangan suku Batak, adalah lagu yang melodius bagi Maya.

"Aku tanya kepada Mas Jay apa arti lirik 'O Tano Batak'. Dijelaskan bahwa lagu ini adalah pemujaan dan lukisan kerinduan mendalam serta cinta yang amat sangat terhadap tanah kelahiran, tanah Batak. Saat diterjemahkan satu demi satu kata, aku langsung merancang intro lagu itu. Jujur, aku terpesona karena melodi lagu ini sangat indah," tandasnya. 

KATA KUNCI : , ,
Musik