Musik

Air Supply hibur penggemar di Indonesia setelah delapan tahun

5.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:59
04 MAR 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Band Australia, Air Supply mengobati kerinduan penggemar mereka di Indonesia lewat konser pertama dalam delapan tahun terakhir bertajuk "40th Anniversary-Celebration of Love".

Air Supply membuka konser pada Jumat (03/03) malam dengan menyanyikan lagu "Sweet Dreams" diikuti lagu-lagu populer mereka lainnya seperti "Event the Nights", "Just As I Am", "Every Woman", "Here I Am", dan "Chances".

Di sela konser, beberapa kali sang gitaris sekaligus vokalis, Graham Russell mengganti gitarnya, menyesuaikan lagu yang dibawakannya bersama Russell Hitchcock. 

Russell sebelumnya mengatakan ingin melakukan yang terbaik untuk penampilannya di Jakarta. "Saya ingin melakukan apapun untuk penampilan ini," katanya.

Konser terus berlanjut lewat lantunan "Two Less Lonely" dan tiba giliran "The One That You Love" yang membuat riuh penonton semakin kencang, karena keduanya turun dari panggung, menyapa penonton dan berfoto bersama mereka.

Sebagian penonton tak melewatkan kesempatan melakukan aksi selfie menggunakan smartphone mereka. Baik Hitchcock maupun Russell nampak sabar meladeni penonton yang meminta mereka berfoto.

Tak lama berselang, "Lost in Love" dan "Making Love" dan suasana berubah menjadi lebih panas kala Hitchcock dan Russell kompak mengalunkan "Without You", "Shake it" penuh energi.

"All Out of Love" menjadi lagu penutup konser yang berlangsung selama hampir dua jam itu. Air Supply menyanyikan total sebanyak 17 lagu.

"Terima kasih Jakarta," kata Hitchcock, diikuti aksi angkat gitar yang dilakukan Russell, menutup konser yang diwarnai atraksi tata lampu penuh warna.

Setelah delapan tahun lamanya tak menggelar konser di Indonesia, Air Supply telah mengobati kerinduan para penggemarnya, yang mengaku puas dengan penampilan Hitchcock dan Russell.

"Bagus, konsernya sesuai harapan. Hanya sitting-nya saja yang agak bermasalah. Saya memilih Platinum, keluar masuknya susah," ujar Trisna (53) usai konser.

"Shocking. Sudah 40 tahun saya pikir suara mereka sudah berubah, tetapi masih sama. Masih strong," sambung Leong (54). 
Leong mengaku sudah menggemari Air Supply sejak remaja. Ia mengaggumi suara para personel sekaligus melodi yang mereka hantarkan.

"Dari remaja, 1970-an sudah fans. Pertama kali mereka lauch, 1970-an. Suaranya bagus, melodinya bagus, cocok untuk saya," tutur dia.

Hal serupa juga dialami muda-mudi milenial, Renisa (23) dan Respa (24). Sekalipun bukan penggemar berat, namun keduanya merasa puas dengan gelaran konser malam itu.

"Enjoy. Puas, soalnya umur personel sudah segitu, tetapi suaranya masih bagus. Personel nya ramah, tadi sempat turun ke bawah. Berfoto sama penonton. Musiknya juga tadi diaransemen ulang, jadi enggak bosan," kata Renisa.

Dia dan rekannya, Respa mengaku memfavoritkan "All Out of Love" dan senang karena lagu itu dinyanyikan di akhir konser.  
"Lagu terakhir yang suka. Tahu Air Supply saat dengar lagu itu," kata mereka yang mengatakan baru kali pertama menonton konser Air Supply.

KATA KUNCI : , , , , ,
Musik