Wasiat Jokowi kepada anak-anak NTT

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Wasiat Jokowi kepada anak-anak NTT Presiden Joko widodo bersama siswa SMKN 3 Kota Kupang, Senin (08/01/2018). Foto (Setneg)

Presiden Joko widodo berpesan kepada para siswa di Kupang, NTT, supaya menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan sebaik-baiknya untuk keperluan sekolah. Ia pun menyatakan tak segan mencabut bantuan yang diberikan apabila kartu tersebut disalahgunakan, seperti dibelikan pulsa.

"Jadi anak-anak anggaran yang ada untuk beli seragam, baju, buku, tas sekolah. Beli pulsa? Tidak boleh untuk beli pulsa. Kartunya dicabut," tegas Presiden saat membagikan KIP di SMKN 3 Kota Kupang, Senin (08/01/2018).

Di sekolah tersebut, Kepala Negara menyerahkan KIP kepada 1.148 siswa dari beragam jenjang: untuk jenjang Sekolah Dasar sebanyak 533 siswa, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 161 siswa, jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 156 siswa, jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 178 siswa, dan program kesetaraan sebanyak 100 siswa.

Selain itu, Presiden juga mengadakan kuis berhadiah. Tak lupa, Presiden berpesan supaya para siswa selalu mengutamakan belajar sebagai tugas utama mereka sebagai seorang pelajar.

"Kalau teman saya satu jam, saya belajar dua jam. Supaya lebih pintar dari anak yang lain," ujar Presiden menceritakan pengalamannya.

Dana hampir Rp1 triliun

Dari Kupang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan NTT dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp959 miliar di tahun 2018. Mendikbud menyampaikan secara keseluruhan anggaran pendidikan ke NTT tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Untuk pendidikan di NTT, tahun 2018 Kemendikbud anggarkan Rp959 miliar. Hal ini untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan mempercepat ketertinggalan dari provinsi lainnya," ujar Mendikbud.

Muhadjir menjelaskan anggaran tersebut sebagian besar diperuntukkan untuk pembangunan unit sekolah baru (USB) mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah luar biasa (SLB).

Bantuan pendidikan ini berbentuk swakelola dan akan diserahkan langsung kepada kepala sekolah bersama komite sekolah. Untuk pembangunan USB tersebut juga akan melibatkan SMK setempat yang memiliki jurusan konstruksi, serta perguruan tinggi yang memiliki jurusan Arsitektur dan Sipil. Tugas mereka nantinya untuk merancang sekaligus mengawasi jalannya pelaksanaan pembangunan.

"Kita sedang menurunkan tim untuk mengkaji konstruksi yang ideal di NTT, sebab cuaca panas di sini dinding gedek sebenarnya lebih bagus dibandingkan dengan tembok permanen. Kalau di sini ada yang meneliti soal ini, sebetulnya bisa menjadi keunggulan dan kearifan lokal tersendiri," ujar Muhadjir.

Selain USB, anggaran pendidikan juga akan digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru baik berupa pelatihan, lokakarya dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan hasil Ujian Nasional (UN) di NTT masih di bawah rerata nasional, walaupun tingkat kejujuran dan integritasnya bagus.

"Tingkat integritas saat ini sudah tidak lagi relevan setelah ujian menggunakan komputer. Jadi kita akan prioritaskan sarana dan peralatan komputer agar sekolah di NTT melaksanakan ujian dengan komputer semakin bertambah. Itu salah satu cara untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan," ujar Mendikbud.

Racun kemesraan dalam pernikahan
Demokrat upayakan Jokowi tak lawan kotak kosong
PKS minta kader belajar dari kemenangan Erdogan
Usir jerawat dengan kulit semangka
Gerindra daftarkan mantan koruptor di Pileg 2019
Ngabalin jadi komisaris Angkasa Pura, Fadli: BUMN amburadul
Bumi Manusia bukan sekadar cinta Minke dan Annelies
Politisi berbondong-bondong ke NasDem, ada apa?
Politisi terima uang transfer untuk pindah partai harus lapor KPK
Riza Chalid penampakan di acara NasDem, sudah aman?
Golkar ngotot daftarkan caleg mantan napi korupsi
Nikmati empat hari Festival Bunaken
Film ’22 Menit’ hadir di Anugrah Jurnalistik Polri 2018
Etika politik dan pindah partai
Dukung pilkada damai, Polri gelar Anugrah Jurnalistik 2018
Fetching news ...