Jangan nyontek saat ujian

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Jangan nyontek saat ujian

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, meminta siswa jangan curang pada Ujian Nasional dan Ujian Siswa Berstandar Nasional 2018 ini.

"Kami berpesan untuk seluruh siswa yang mengikuti UN untuk mengobarkan semangat belajar, konsentrasi, jangan lupa berdoa dan menjunjung tinggi kejujuran serta menjauhi kecurangan," pesan Effendy, di Jakarta, Minggu (21/04/2018).

Dia menjelaskan, prestasi memang penting tetapi jujur harus lebih diutamakan. Untuk itu dia berpesan pada siswa untuk percaya pada kemampuan sendiri.

UN 2018 untuk tingkat SMK akan diselenggarakan pada 2 hingga 5 April. Kemudian untuk tingkat SMA sederajat pada 9 hingga 12 April dan SMP atau sederajat pada 23 hingga 26 April.

"Untuk UN SMK persiapan sudah 90 persen," jelas dia.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bakhrun, mengatakan proses sinkronisasi untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer telah selesai dan sampai saat ini belum ada keluhan.

"Insya Allah sudah siap, masing-masing provinsi sudah melaksanakan sinkronisasi untuk persiapannya," kata Bakhrun.

Untuk tingkat SMK, terdapat 12.495 SMK (1.459.062 siswa) dari 13.054 SMK (1.485.302 siswa) yang akan melaksanakan UNBK. UN susulan untuk SMK dan SMA sederajat akan diselenggarakan pada 17 hingga 18 April dan untuk SMP sederajat pada 8 hingga 9 Mei.

Perbedaan yang mendasar antara USBN 2017 dan 2018 adalah pada jumlah mata pelajaran yang diujikan. USBN tahun 2017 hanya untuk mata pelajaran tertentu, dan USBN 2018 mencakup seluruh mata pelajaran. Khusus untuk SD/MI hanya tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda sebanyak 90 persen dan soal esai sebanyak 10 persen.

Penilaian soal esai dilakukan oleh dua orang guru. Jika terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua guru penilai, dilakukan pemeriksaan oleh pihak ketiga.

Hasil USBN menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Penetapan kriteria kelulusan dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan melalui rapat dewan guru.

Adapun untuk pengumuman kelulusan SD/MI akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2018. Lalu SMP/MTs tanggal 28 Mei 2018, SMA/MA dan SMK tanggal 3 Mei 2018. Sedangkan pengumuman kelulusan Program Paket A/Ula dan Paket B/Wustha pada tanggal 14 Mei 2018 dan Program Paket C/Ulya pada tanggal 7 Juni 2018.

Langkah Kemendag amankan harga sembako saat puasa dan lebaran
TKA diistimewakan, TKI kurang terlindungi
Buktikan tak antikritik, DPR gelar lomba
TNI evakuasi guru korban perkosaan gerombolan separatis Papua
Usia minimal perkawinan dalam UU sudah tak relevan dengan zaman
Fetching news ...