Tips menjaga pertumbuhan tanaman saat musim hujan

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Tips menjaga pertumbuhan tanaman saat musim hujan

Musim hujan merupakan salah satu hal yang ditunggu oleh para petani dan sangat besar peranannya dalam mendukung ketersediaan air, terutama untuk petani yang melakukan budidaya tanaman di lahan tadah hujan dimana kebutuhan air untuk tanaman sebagian besar dipenuhi oleh air hujan. Namun, curah hujan memiliki fluktuasi yang tinggi sehingga sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman di beberapa daerah. Dalam proses metabolisme pertumbuhan tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang berbeda, bergantung pada jenis tanaman, umur dan fase pertumbuhan, waktu tanam, pola tanam serta jenis tanah.

Tak hanya itu, air juga merupakan bahan alami yang secara mutlak diperlukan tanaman dalam jumlah cukup dan pada saat yang tepat. Kelebihan maupun kekurangan air dapat menyebabkan masalah dan bencana. Tanaman yang mengalami kekeringan seringkali turun kuantitas maupun kualitas produksinya, dan bila kekeringan berlangsung lama dapat menyebabkan kegagalan panen. Air yang berlebihan di lingkungan tanaman mudah menurunkan hasil panen, menimbulkan penyakit hingga mengurangi kuantitas produksi. Kelebihan air dalam jumlah besar memudahkan pencucian tanah, erosi, bencana banjir dan tanah longsor hingga menggagalkan panen. 

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar tetap optimal pada musim penghujan yang telah di rangkum RImanews sebagai berikut:

1. Menjaga pola pemupukan

Pada saat musim hujan, ketersediaan air dalam tanah meningkat sehingga pupuk yang diberikan kepada tanaman akan lebih cepat terlarut. Hal ini menyebabkan perlunya dilakukan pengurangan dosis pemupukan sehingga tidak terjadi penyerapan hara yang berlebih pada tanaman.

Selain itu, hal penting yang perlu diperhatikan pada musim hujan yaitu pemilihan jenis pupuk. Pupuk organik padat berupa kompos ataupun pupuk kandang sebaiknya dikurangi karena pupuk organik padat memiliki sifat yang mudah menyerap air, sehingga mampu meningkatkan kelembaban tanah pada musim hujan yang menyebabkan tumbuhnya jamur/ penyakit pada tanaman.

Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan dengan cara dibenamkan, tidak dengan cara disebar dipermukaan tanah karena air hujan dapat mengikis dan mengalirkan pupuk sehingga tidak mampu diserap oleh tanaman dengan optimal.

2. Melakukan penyiangan yang terjadwal

Penyiangan merupakan salah satu upaya untuk menjaga areal penanaman dari gangguan gulma. Penyiangan dilakukan untuk menghindari terjadinya persaingan dalam perolehan nutrisi, air dan oksigen untuk tanaman budidaya.

Penyiangan lahan pada musim hujan cenderung lebih mudah dilakukan, karena kondisi tanah menjadi lebih lunak. Penggemburan tanah juga dapat dilakukan setelah melakukan penyiangan. Penggemburan tanah bermanfaat untuk menjaga struktur tanah agar lebih mudah dalam melakukan penyerapan air serta unsur hara mineral lainnya. Penggemburan cukup dilakukan dengan cara mencangkul area tanah sekitar tanaman hingga tanah menjadi gembur/tidak padat.

3. Meningkatkan intensitas penyemprotan

Pada musim hujan, hama dan penyakit lebih rentan menyerang tanaman budidaya terutama yang penyakit disebabkan oleh jamur. Hal ini terjadi karena meningkatnya kelembaban udara disekitar tanaman akibat curah hujan tinggi sehingga memicu tumbuhnya jamur pengganggu yang dapat menyerang setiap bagian tanaman. Serangan ini ditandai dengan tanaman yang lebih mudah layu, buah membusuk, atau terjadinya kerontokan pada bunga.

Untuk menanggulangi serangan jamur ini, dapat dilakukan dengan pemberian fungisida yang dapat membasmi jamur pengganggu tanaman. Sedangkan untuk pengendalian hama, dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan pestisida baik dari bahan kimia atau dengan pestisida alami.

4. Memperbaiki saluran air (Drainase)

Hal terpenting dalam budidaya tanaman pada saat musim hujan adalah dengan membuat atau memperbaiki drainase serta daerah resapan air yang baik agar air dapat langsung mengalir atau terserap tanah dengan sempurna. Drainase yang buruk akan membuat air hujan tergenang pada area sekitar tanaman sehingga kelembaban tanah meningkat yang berdampak buruk bagi pertumbuhan tanaman. Air hujan memiliki kadar asam yang cukup tinggi, bahkan pada budidaya ikan sekalipun air hujan cukup menjadi masalah. Akar tanaman yang dibiarkan terendam air beresiko menjadi mudah busuk, dan membuat tanaman mati karena terserang berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur/bakteri.

Pengaturan drainase dan daerah resapan air yang baik juga dapat membantu dalam menjaga kelembaban tanah, pH, suhu serta mampu mencegah kelayuan akibat debit air yang berlebih.

Erick Thohir: Jokowi akan beri solusi, bukan hanya janji
Fahri Hamzah harap Prabowo lebih agresif tanyakan janji Jokowi
Heboh, pendukung saling adu yel-yel menjelang debat
Demokrat: SBY tak lagi berpolitik
Sandiaga tak datang ke debat capres, ini penjelasan kubu Prabowo
Ganjar Pranowo datang di debat capres sebagai tokoh masyarakat
KPU tambah kuota tamu undangan untuk debat capres
Mantan bintang porno ini jadi caleg
JARI 98 jadi saksi dukungan warga Tangerang Selatan kepada Jokowi
Rizal Ramli sebut mobil Esemka alat politik Jokowi
Rizal Ramli: Jokowi impor pangan ugal-ugalan
Pidato Prabowo disebut klise, BPN samakan Prabowo dengan Bung Karno
Amerika Serikat rugi Rp38 triliun
Sempat ditolak, Prabowo akhirnya shalat Jumat
Kedengkian terhadap mantan picu impotensi
Fetching news ...