Ingin produksi buah manggis meningkat? ini caranya!

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Ingin produksi buah manggis meningkat? ini caranya! Produksi buah manggis.

Manggis merupakan buah yang dijuluki sebagai queen of tropical fruit atau ratunya buah tropis karena memiliki banyak manfaat serta kandungan gizi melebihi buah-buah yang lain. Semua bagian dari buah manggis dapat dimanfaatkan, mulai dari daging buah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri berbagai jenis makanan dan minuman, serta kulit buahnya yang dapat diekstrak menjadi berbagai mecam jenis produk obat-obatan karena mengandung berbagai macam nutrisi dan antioksidan yang menyehatkan bagi tubuh.

Manggis merupakan buah khas daerah tropis sehingga hanya banyak ditemukan di daerah beriklim tropis, salah satunya Indonesia. Kepulauan Indonesia menyimpan kekuatan ekonomis yang sangat potensial. Di antaranya potensi geografis yang memungkinkan negeri ini mempunyai musim panen buah-buahan yang tiada henti sepanjang tahun dan potensi kekayaan sumberdaya hayati yang beragam memungkinkan negeri ini dapat memunculkan jenis tanaman unggul, seperti buah manggis.

Manggis merupakan buah segar terbanyak diekspor Indonesia mencapai angka 44% dari total ekspor buah-buahan Indonesia sehingga termasuk komoditas ekspor unggulan dalam beberapa tahun terakhir. Ekspor manggis Indonesia cenderung mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun yang disebabkan karena terjadinya penurunan produktivitas manggis dan kualitas buah yang dihasilkan. Namun disisi lain, permintaan terhadap buah manggis terus meningkat dari tahun ke tahun. Meningkatnya volume ekspor menuntut upaya peningkatan pengembangannya karena masih rendahnya kuantitas maupun kontinuitas produksi.

Peluang pasar ekspor buah-buahan dunia yang besar telah membangkitkan keinginan pemerintah Indonesia untuk mendorong produk buah-buahan tropika menjadi komoditas primadona dunia. Hal ini juga dilakukan untuk menghadapi era pasar bebas yang ditandai dengan masuknya buah-buahan impor ke Indonesia. Indonesia harus mampu menyajikan produk buah-buahan yang dapat bersaing dengan buah-buahan impor. Strategi yang harus ditempuh antara lain mempromosikan manggis sebagai exotic fruit dengan mengandalkan unggulan buah lokal spesifik Indonesia.

Namun, besar kecilnya peluang manggis Indonesia di pasar internasional tergantung kepada kemampuan produsen manggis Indonesia memenuhi permintaan konsumen manggis. Produsen manggis Indonesia tentunya harus mampu bersaing dengan produsen manggis dari negara-negara lain, seperti Thailand, Malaysia dan Amerika Latin, di pasar dunia. Kemampuan bersaing tidak hanya dalam segi kuantitas produksi, tetapi juga berbagi faktor lainnya, yang salah satunya adalah mutu atau kualitas dari manggis yang diproduksi.

Upaya peningkatan keunggulan komparatif dan kompetitif dan persaingan buah Indonesia termasuk manggis, bisa terwujud dengan peningkatan kemampuan dan pengetahuan sumberdaya manusia (petani, penyuluh), perbaikan teknologi, peningkatan infrastuktur, pengembangan sistem permodalan yang berpihak kepada petani dan pengendalian beberapa faktor yang menyebabkan biaya mahal. Secara rinci dijelaskan sebagai berikut:

1. Dukungan Pemerintah dalam Pengadaan Modal

Sebagian besar jenis buah-buahan, termasuk buah manggis yang dijual di pedagang kaki lima hingga di pasar swalayan dipetik dari pohon yang sudah tua. Tanaman tersebut tumbuh secara alamiah tanpa perawatan intensif dari pemiliknya. Jenis usahanya yang sporadis, maka standar mutu sangat sulit dipenuhi. Dalam hal ini pemerintah memberikan bantuan dana modal untuk mendirikan kebun berskala besar. Kucuran bantuan  modal  dari pemerintah sebagai strategis untuk meningkatkan produktivitas tanaman buah manggis yang sudah ada dan sudah berproduksi.

2. Sinergitas Kegiatan On-Farm dan Off-Farm

Pengembangan agribisnis manggis yang menghasilkan produk berdaya saing membutuhkan dukungan yang kuat dari industri hulu pada kegiatan on-farm dan industri hilir pada kegiatan off–farm. Berkembangnya industri hulu seperti usaha pembibitan dan usaha perdagangan pupuk dan pestisida sangat mempengaruhi kemampuan produsen  untuk mendapatkan sarana produksi buah-buahan, untuk mendapatkan sarana produksi secara mudah dan murah serta meningkatkan efisiensi produksi secara teknis dan ekonomis.

Pada usaha buah-buahan dukungan industri hulu dinilai penting mengingat usaha produksi hortikultura relatif tinggi dalam penggunaan masukan sehingga berkembangnya industri hulu sangat berpengaruh terhadap keuntungan petani.

3. Peningkatan Infrastruktur yang Memadai

Komoditas manggis secara umum relatif cepat mengalami kerusakan dibandingkan komoditas lainnya. Karakteristik demikian sering merugikan petani akibat penurunan kualitas produk yang biasanya diikuti dengan penurunan harga jual yang diterima petani. Untuk membantu petani dalam memasarkan produknya secara luas maka dibutuhkan dukungan industri pengolahan dan peralatan pasca panen yang memadai. Berkembangnya kedua industri tersebut dapat memperluas jangkauan pasar hortikultura menurut tempat, waktu dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen karena proses penurunan kualitas dapat diperlambat.

4. Manajemen Organisasi Pertanian

Dalam pengembangan sentra usaha agribisnis manggis, persaingan tidak sehat antar pelaku agribisnis harus dihindari. Bahkan di antara pelaku agribisnis tersebut perlu dilakukan koordinasi, kerjasama dan sinkronisasi kegiatan dan usaha, sehingga muncul efek–efek sinergis yang saling menguntungkan. Untuk menciptakan hal tersebut, maka perlu dilakukan pengaturan persaingan di antara pelaku agribisnis tersebut, antara lain :

  • Mengatur alokasi ruang (tataguna lahan) sehingga pemanfaatan lahan dan sumberdaya alam lainnya sesuai dengan peruntukannya. Dengan demikian akan terjadi persaingan yang sehat pada usaha yang telah berada pada lokasi dan ruang yang tepat, di samping tidak terjadi eksploitasi sumberdaya alam secara berlebihan.
  • Mengembangkan dan memberdayakan institusi pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat sebagai pendorong dan fasilitator pengembangan usaha agribisnis, bukan sebagai pesaing usaha yang telah dikembangkan masyarakat
  • Mendororng terbentuknya organisasi atau asosiasi usaha manggis yang kuat dan profesional sehingga mereka dapat bersinergi dan mampu bersaing dengan usaha lain dari luar, serta memfasilitasi pengembangan usaha ke luar daerah.

5. Perbaikan Teknologi melalui Proses Edukasi dan Penyuluhan

Dalam upaya peningkatan produktivitas dan kualitas manggis, diperlukan input teknologi melalui suatu perubahan (konversi) pola produksi dari “hutan manggis” menjadi “kebun manggis” hal ini telah dilakukan petani manggis di Kabupaten Bogor yang didampingi Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT) Institut Pertanian Bogor.

Beberapa kenyataan pada hutan manggis, pengaturan jarak tanam tidak teratur, pohon manggis saling berdekatan dengan tanaman lain sehingga pertumbuhan manggis terlambat. Tidak ada pemeliharaan. Kualitas buah rendah. Pohon manggis ditanam dipinggir lereng dengan akar terbuka, hal ini mengindikasikan terjadi tingkat erosi yang cukup tinggi. Setelah dilakukan konversi, hutan manggis berubah menjadi kebun manggis dengan jarak tanam lebih teratur, ada teras sehingga erosi berkurang, tanaman manggis terlihat lebih sehat dan produktivitas serta kualitas produk meningkat.

Dampak sosial ekonomi dengan melakukan perubahan (konversi) pola produksi dari hutan manggis menjadi kebun manggis yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani untuk mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan pertanian kebunnya tanaman manggis, meningkatnya produktivitas manggis yang dihasilkan tiap pohon ; meningkatnya pendapatan petani, baik dari peningkatan produktivitas, kualitas maupun dari kegiatan diverifikasi usaha dan meningkatnya ekspor yang berkontribusi dalam peningkatan devisa negara

 

 

TKN sebut Ma'ruf Amin akan pakai ayat Alquran di debat ketiga
 Jelang debat ketiga, Ma'ruf Amin dapat masukan dari asosiasi profesi
Kubu Prabowo tepis tudingan politisasi munajat 212
Demokrat minta Jokowi buka dokumen dengan bos Freeport
Ma'ruf Amin bakal ikut dampingi Jokowi
PWJ desak polisi tangkap anggota FPI penganiaya wartawan
Bela Enembe, pendukung aksi tari adat di KPK
AJI kecam tindakan brutal FPI terhadap wartawan
TKN: Pidato Jokowi bukan untuk tandingi Prabowo
Bansos PKH upaya Jokowi kembangkan ekonomi digital
Anak sarapan bernutrisi  memiliki nilai akademis empat kali lebih tinggi
Jokowi akan gelar pidato di Konvensi Rakyat
Kubu Jokowi: Munajat 212 bagian dari politisasi agama
Fadli Zon: Jokowi berdebat seperti manajer
Kubu Jokowi: Tim debat Ma'ruf Amin sudah disiapkan
Fetching news ...