Kosmetik aman? Belum tentu halal!

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Kosmetik aman? Belum tentu halal! Kosmetik aman? Belum tentu halal!

Sebagai wanita, sudah hal yang wajib untuk memakai kosmetik sebagai penunjang kecantikan. Setiap wanita juga memiliki jenis kulit yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pastinya membutuhkan kosmetik sesuai jenis kulitnya. Tidak semua kosmetik cocok digunakan wanita. Bukannya menjadi cantik, kosmetik yang tidak cocok dengan kulit malah bisa mengakibatkan iritasi. Hal inilah yang mendasari semakin menjamurnya jenis kosmetik di dunia.

Berkembang pesatnya industri kosmetika di Indonesia sejalan dengan semakin beragamnya produk kosmetik yang hadir di tengah masyarakat. Banyaknya pilihan tak jarang membuat sebagian konsumen bingung bagaimana memilih kosmetik yang baik dan aman.

Saat memilih kosmetik sudah pasti yang dilihat zat yang terkandung di dalamnya. Tapi tahukah anda bahwa yang terpenting lagi ialah memeriksa apakah produk tersebut ada label halal atau tidak. Namun, perlu diperhatikan pula, ternyata tidak semua produk kosmetik yang halal itu aman untuk digunakan.

Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Mayagustina Andarini, menjelaskan soal ini. Maya menyebut ini berlaku pada semua produk kecantikan yang mengandung zat mercuri raksa atau merkuri atau hydrargyrum. Ini merupakan unsur kimia pada tabel periodik dengan simbol Hg dan bernomor atom 80.

Memilih barang kosmetik halal dan baik itu memang gampang-gampang susah. Sebagian wanita kadang tergiur dengan harga yang murah. Tak menyadari bahwa bahan yang dikandung dalam kosmetik tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan kulit.

“Apakah merkuri haram? Ya tidak, kalau itu digunakan untuk hal yang tepat. Tapi kalau untuk kosmetik, tidak boleh dan itu berbahaya,” ujar Maya di Jakarta, bulan lalu.

Maya mencontohkan salah satu produk yang dikatakan aman namun khawatir tidak halal ialah plasenta. Menurutnya, plasenta menjadi tidak halal jika di dalam bahan pembuatannya mengandung babi.

“Plasenta misalnya aman, tetapi kalau dari babi, kan jadi tidak halal,” lanjutnya.

Menyanding sesuatu yang halal juga harus dengan yang baik. Halal yang baik akan terwujud jika kita selalu berhati-hati dalam setiap pembelian barang-barang kosmetik. 

“Pemeriksaan halal dengan kandungan purse seine itu beda ya. Kalau purse seine itu kan hanya mengandung babi atau tidak. Ini adalah pemeriksaan laboratorium. Tapi, kalau yang menyatakan itu halal atau tidak, itu pasti adalah lembaga yang berwenang,” katanya.

Intinya, Maya menyebutkan bahwa keamanan bahan hanya berlaku untuk diperiksa oleh BPOM, hingga tahun 2017 BPOM mencatat sudah menyetujui sebanyak 51 ribu kosmetik di seluruh Indonesia.

Di samping itu perkara halal bukan sekedar halal produknya, tapi juga dari sumber bagaimana mendapatkannya pun harus halal. Kalau sumbernya haram seperti korupsi, mencuri, merampok, menggusur tanah rakyat dengan harga yang rendah, maka produknya yang dimakan pun meski sebetulnya halal, tetapi haram. Jadi girls, mulailah berhati-hati dalam memilih kosmetik yang halal dan juga baik yah!

 

Sebut rekomendasi 200 penceramah Kemenag lecehkan Ulama, Ustaz Fahmi Salim minta coret namanya
Kunjungan Anwar ke Indoneisa usai sepekan keluar dari penjara
Ketika fakultas hukum UGM memiliki organisasi alumni
Menshalatkan jenazah teroris
Peluang Demokrat merapat ke kubu Gerindra
Fetching news ...