Ahli nilai persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik keliru

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Ahli nilai persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik keliru

Peneliti di Pusat Bedah Jantung Onassis di Athena-Yunani, Konstantinos E Farsalinos menilai persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik dinilai masih keliru yang menganggap risiko kesehatan produk tembakau alternatif sama bahayanya dengan rokok konvensional.

"Masih ada perbedaan yang cukup signifikan antara persepsi masyarakat dan bukti ilmiah. Hasil penelitian yang komprehensif mengenai produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan rokok elektrik terkadang cenderung dinilai negatif oleh masyarakat, padahal produk ini memiliki potensi risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok," kata Farsalinos, dalam pernyataan pada Rabu (20/06/2018).

Sejumlah peneliti dunia berkumpul di acara Global Forum on Nicotine 2018 di Warsawa, Polandia untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh rokok.

Dari sejumlah penelitian yang dikemukakan dalam ajang ilmiah internasional ini, peneliti sepakat metode pengurangan bahaya produk tembakau dinilai dapat menjadi salah satu solusi yang tepat untuk mengurangi jumlah perokok di dunia sebelum akhirnya benar-benar terbebas dari produk tembakau.

Dewan Penasihat Himpunan Peneliti Indonesia yang juga merupakan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof Dr Erman Aminullah MSc, di tempat terpisah, mengatakan, meskipun inovasi produk tembakau alternatif mulai banyak bermunculan di Indonesia, pada akhirnya konsumen yang akan memilih produk tembakau alternatif yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Untuk produk tembakau alternatif yang menggunakan teknologi dalam pemakaiannya serta telah didukung oleh penelitian yang kredibel sehingga hasilnya berpotensi lebih rendah risiko daripada rokok, maka hanya tinggal menunggu waktu para konsumen untuk memahami potensinya dan beralih ke produk itu," kata dia.

Ketua Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia dan juga anggota Koalisi Indonesia Bebas TAR, Prof Dr Achmad Yazid, mengatakan, selain ada peranan teknologi, produk tembakau alternatif juga menerapkan metode pengurangan bahaya.

"Produk tembakau alternatif ditujukan untuk membantu permasalahan merokok di Indonesia," kata dia.

Demokrat upayakan Jokowi tak lawan kotak kosong
PKS minta kader belajar dari kemenangan Erdogan
Usir jerawat dengan kulit semangka
Gerindra daftarkan mantan koruptor di Pileg 2019
Ngabalin jadi komisaris Angkasa Pura, Fadli: BUMN amburadul
Bumi Manusia bukan sekadar cinta Minke dan Annelies
Politisi berbondong-bondong ke NasDem, ada apa?
Politisi terima uang transfer untuk pindah partai harus lapor KPK
Riza Chalid penampakan di acara NasDem, sudah aman?
Golkar ngotot daftarkan caleg mantan napi korupsi
Nikmati empat hari Festival Bunaken
Film ’22 Menit’ hadir di Anugrah Jurnalistik Polri 2018
Etika politik dan pindah partai
Dukung pilkada damai, Polri gelar Anugrah Jurnalistik 2018
Jokowi belum temukan solusi akurkan SBY-Megawati
Fetching news ...