Meneladani pahlawan lewat pameran kesejarahan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Meneladani pahlawan lewat pameran kesejarahan

Memperingati Hari Pahlawan pada setiap tanggal 10 November, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan pameran yang bertemakan “Sang Merah Putih: Sejarah dan Maknanya. Pameran kesejarahan  yang dibuka untuk umum ini berlangsung dari tanggal 10-14 November 2017 pada pukul 08.00 sampai dengan 16.00WIB.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud (Dirjenbud), Hilmar Farid mengatakan bahwa setiap tanggal 10 November kita merayakan Hari Pahlawan untuk memperingati pengorbanan para pejuang yang berguguran selama pertempuran-pertempuran lain sepanjang sejarah Perang Kemerdekaan.

“ Kita perlu merawat ingatan sejarah atas tindakan para peletak dasar negara Indonesia merdeka”, kata Hilmar dalam sambutan pembukaan pameran sejarah di Plaza Insan Berprestasi Kantor Kemendikbud Jakarta, (10/11/2017).

Pameran ini terbuka untuk umum, menyajikan materi berupa foto –foto para Pahlawan dan koleksi foto kejadian – kejadian penting, cover surat kabar, buku-buku koleksi Arsip Nasional RI dan Perpustakaan Nasional RI.

Kegiatan yang menjadi langkah positif ini ditempuh dalam rangka meningkatkan pemahaman, penghayatan dan wawasan seluruh pengunjung pameran khususnya dan masyarakat luas dalam konteks karakter kebangsaan, serta memuliakan simbol-simbol kebangsaan.

Di dalam pameran ini masyarakat dapat melihat, membaca serta menyadari bagaimana Sang Merah Putih yang telah hadir dalam waktu yang lama dan juga telah disikapi sebagai bagian panjang Indonesia.

Gelar upacara

Memperingati Hari Pahlawan tahun 2017, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemendikbud) juga menggelar upacara bendera di Halaman Kantor Pusat Kemendikbud, Jakarta (10/11/17). Upacara bendera di ikuti oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Kemendikbud.

Sebagai pembina upacara, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendibud Daryanto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, dan berkarya. “Menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini,” kata Daryanto saat menyampaikan amanat pada upacara peringatan Hari Pahlawan.

Tema yang di usung pada Hari Pahlawan pada 2017 adalah “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”. Tema tersebut dimaksud agar pesan penting para pendiri bangsa untuk bersatu terlebih dahulu, sehingga dapat memasuki tahapan bernegara selanjutnya yaitu berdaulat, adil dan makmur.

Hari pahlawan diperingati untuk mengenang para pahlawan, perintis kemerdekaan dan para pendiri Republik Indonesia, dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang di lakukan.

Dalam amanat pada upacara tersebut juga dikatakan, setiap rangkaian perjuangan kepahlawanan yang membentuk Indonesia, dapat mengambil pelajaran dari apinya perjuangan para pendahulu, api yang menjadi suasana kebatinan dan pelajaran moral yaitu, api yang membentuk terbangunnya Persatuan Indonesia yang terdiri atas harapan dan pengorbanan.

Harapan dan pengorbanan yang membentuk persatuan dan melahirkan Indonesia, merawat eksistensinya dalam panggung sejarah bangsa – bangsa, dan terus dinyalakan agar Republik Indonesia tetap berdiri tegak, menjadi besar dan terus memberi sumbangan penting sebagai bagian dari persaudaraan ummat manusia di dunia.

Upaya meminimalisir korban dampak bencana
Kasus Novanto sengaja diramaikan untuk kepentingan Pilpres 2019?
Nikmati ubi jalar dalam bentuk es krim
Pesan Jokowi kepada Setya Novanto
Ribuan Tagana disiagakan hadapi cuaca ekstrem
Fetching news ...