News Law

KPK takut berhadapan dengan Setya Novanto?

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

KPK takut berhadapan dengan Setya Novanto? "In a state where corruption abounds, laws must be very numerous." - Tacitus

Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia mengkritik komitmen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran tidak menjalankan tugasnya dengan profesional.

Pasalnya, meskipun Ketua DPR Setya Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dipanggil selama selama dua kali untuk diperiksa, dia tetap tidak datang dan KPK masih bersikap pasif dengan tetap membiarkan ketua DPR itu melenggang bebas.

"Kalau besok tidak datang, sudah tiga kali, saya kira KPK harus jemput paksa, supaya juga memenuhi rasa keadilan. Irman dan Sugiharto, begitu ditetapkan sebagai tersangka, gak beberapa lama kemudian ditahan. Andi narogong, siangnya ditetapkan tersangka, malamnya ditahan. Ini kok udah sampai satu setengah bulan lebih gak ditahan-tahan?," katanya di D'Hotel, Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (10/09/2017).

Selain itu, ia juga berharap supaya ketua umum Golkar itu tidak mangkir lagi sebagaimana yang dilakukan pada pemanggilan pertama dan kedua.

"Saya berharap besok, pertama gini, Pak SN (Setya Novanto) ini sudah yang ketiga kali besok (Dipanggil KPK), yang pertama gak datang, yang kedua gak datang," ujarnya.

Menurutnya, dengan datangnya Novanto ke KPK besok, lembaga antirasuah itu juga dapat membuktikan kepada publik bahwa ia benar-benar bekerja dan tak ada tebang pilih kasus.

"Kalo menurut Idrus kan kemarin datang katanya. Kalo dia (jadi) datang, menurut saya besok KPK bisa menunjukkan kepada publik bahwa memang apa yang mereka kerjakan selama ini terhadap kasus e-KTP dan terutama Setya Novanto, itu memang betul-betul profesional," katanya.

Harusnya KPK berani tahan Novanto

Doli Kurnia menilai saat ini citra KPK sedang diarahkan bahwa lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu tidak profesional.

Guna membantah isu tersebut berkembang liar, ia pun meminta KPK segera bertindak tegas dan cepat.

"Nah besok kalau Pak Setya Novanto datang, dan memang KPK sudah cukup bukti, saya kira memang harus ditahan besok. Untuk apa?," katanya

"Pertama, untuk menunjukkan bahwa KPK betul-betul serius. Tidak ada kekhawatiran, tidak takut sama pimpinan lembaga tinggi sekalipun dia tersangkut korupsi," sambungnya.

Selain itu, dengan ditangkapnya Novanto tentu ketua DPR tersebut tak lagi bisa bermanuver dan mempengaruhi anggota DPR yang lain.

"(Kalo ditangkap tentunya) tak lagi bisa bermanuver dan melakukan kewenangan dan pengaruhnya sebagai ketua DPR maupun ketua umum Partai Golkar yang punya anggota fraksi sebanyak 91 yang cukup berpengaruh di DPR, dan juga terhadap kekuatan-kekuatan," ujarnya.

Status Novanto

Novanto terus menjadi sorotan publik, terutama setelah menyandang status tersangka korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi pada 17 Juni 2017 menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka pada kasus korupsi e-KTP tahun 2011-2012 yang telah merugikan keuangan negara dengan total Rp 2,3 Triliun. Novanto diduga menerima jatah fee sebesar 11 persen dari nilai proyek Rp5,9 triliun.

KPK yakin dengan penetapan tersebut setelah mencermati fakta persidangan terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto, yang saat ini sudah berstatus terpidana 7 dan 5 tahun bui. Diduga kuat Setnov memiliki peran dalam pembahasan proyek e-KTP, mulai dari perencanan, pembahasan di DPR hingga proses pengadaan barang jasa. Setnov menjalankan aksinya diduga melalui Andi Agustinus Alias Andi Narogong, yang sudah berstatus terdakwa.

Atas perbuatan tersebut, Setnov dijerat pasal 3 atau pasal 2 ayat 1 UU no 31 th 99 tentang Tipikor sebagaimana diubah UU no 20 th 2002 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana.

Israel akan terus serang Suriah meski dibantu Rusia
Rizieq Shihab didiskriminasi di Arab Saudi
 Disoraki mahasiswa saat sebut Prabowo, Zulhas anggap bagian dari ekspresi
Rusia tuding Israel penyebab jatuh pesawat Ilyushin II-20
Rahasia menghasilkan anak seperti Sandiaga Uno
Meskipun menang pilpres, Prabowo tak bisa intervensi kasus Buni Yani
Golkar panggil caleg yang dukung Prabowo
 Fadli Zon laporkan balik Rian Ernest soal potong bebek angsa PKI
Berebut magnet Yenny Wahid
Bamsoet harap Yenny Wahid dukung Jokowi
Golkar anggap dukungan kadernya ke Prabowo bukan suara resmi partai
Forum caleg Golkar dukung Prabowo-Sandiaga Uno
Golkar nilai perempuan penentu utama, bukan objek pelengkap
Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI
Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak
Fetching news ...