Ideas Law

Berharap napi lakukan revolusi mental dalam tahanan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Berharap napi lakukan revolusi mental dalam tahanan

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly meminta para warga binaan untuk melaksanakan revolusi mental dan karakter usai mendapatkan remisi Natal.

"Pada Natal kali ini saya menyerukan untuk melakukan revolusi mental dan revolusi karakter kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan, karena pada dasarnya peristiwa Natal sendiri adalah momentum revolusi rohani yang dilakukan oleh Yesus," kata Yasonna saat memberi sambutan pada pemberian Remisi Khusus Natal 2017.

Yasonna mengatakan pengurangan hukuman atau remisi dapat dimaknai sebagai penghargaan bagi warga binaan yang dinilai telah mencapai penyadaran diri, tercermin dalam sikap dan perilaku sesuai dengan norma agama dan norma sosial yang berlaku.

"Bagi mereka yang memperoleh remisi, sepatutnya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, mengingat remisi merupakan nikmat yang layak saudara terima karena telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif yang telah ditetapkan," kata Yasonna.

Dia menekankan bahwa remisi bukan semata-mata hak yang pasti didapatkan dengan mudah atau bentuk kelonggaran-kelonggaran agar dapat segera bebas.

Yasonna meminta pemberian remisi menjadi bentuk tanggung jawab untuk terus menerus memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan program pembinaan.

Menkumham menerangkan sistem pemasyarakat dilakukan berdasarkan pembinaan yang diarahkan pada upaya memperbaiki diri bagi narapidana atas kesalahan dan kekeliruan yang telah diperbuatnya.

"Kami menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh narapidana yang pada hari ini mendapatkan remisi, khususnya bagi narapidana yang bebas hari ini. Saya mengingatkan agar saudara dapat menunjukkan perilaku yang baik di tengah-tengah masyarakat," kata Yasonna lagi.

Kementerian Hukum dan HAM memberikan Remisi Khusus Natal 2017 kepada 9.333 narapidana di seluruh Indonesia, 175 orang di antaranya yang mendapatkan remisi langsung bebas.

Masa pengurangan pidana diberikan berbeda-beda tergantung waktu pidana yang sudah dijalani mulai 15 hari hingga dua bulan.

Puluhan napi di Sumut bebas

Sebanyak 61 orang dari total 1.922 narapidana di Provinsi Sumatera Utara yang mendapat remisi khusus keagamaan, telah menghirup udara bebas pada Hari Natal Tahun 2017.

Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut Josua Ginting, di Medan, Selasa (26/12/2017), mengatakan ke-61 narapidana (Napi) tersebut, dapat berkumpul kembali dengan pihak keluarganya di rumah dan merayakan Natal.

Dari jumlah 1.922 napi yang mendapat remisi, menurut dia, sebanyak 1.861 orang remisi khusus (RK) I dan 61 orang RK II dan langsung bebas, karena telah habis masa hukuman yang mereka jalani.

"Pemberian remisi kepada napi tersebut, diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) bertepatan pada Hari Natal (25/12)," ujar Josua.

Ia menyebutkan, napi yang mendapat remisi (pemotongan masa hukuman) oleh pemerintah itu bervariasi, yakni 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan.

Persyaratan bagi napi yang memperoleh remisi itu, telah menjalani hukuman selama enam bulan di Lapas/Rutan, berkelakuan baik dan tidak pernah melawan petugas.

"Napi yang mendapat remisi itu, merupakan warga binaan pada 48 unit pelaksana teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sumut," ucapnya.

Josua menambahkan, jumlah penghuni Lapas dan Rutan di Provinsi Sumatera Utara hingga saat ini tercatat sebanyak 29.574 orang, yang terdiri atas 19.649 napi dan 9.915 tahanan.

"Para napi dan tahanan di Sumut, mendapat penjagaan ketat petugas Lapas dan Rutan," kata juru bicaara Kanwil Kemenkum dan HAM Sumut.

Tahun lalu, 1.664 narapidana di Sumatera Utara mendapatkan remisi khusus pada Natal 2016, dan 20 orang di antaranya menghirup udara bebas.

Racun kemesraan dalam pernikahan
Demokrat upayakan Jokowi tak lawan kotak kosong
PKS minta kader belajar dari kemenangan Erdogan
Usir jerawat dengan kulit semangka
Gerindra daftarkan mantan koruptor di Pileg 2019
Ngabalin jadi komisaris Angkasa Pura, Fadli: BUMN amburadul
Bumi Manusia bukan sekadar cinta Minke dan Annelies
Politisi berbondong-bondong ke NasDem, ada apa?
Politisi terima uang transfer untuk pindah partai harus lapor KPK
Riza Chalid penampakan di acara NasDem, sudah aman?
Golkar ngotot daftarkan caleg mantan napi korupsi
Nikmati empat hari Festival Bunaken
Film ’22 Menit’ hadir di Anugrah Jurnalistik Polri 2018
Etika politik dan pindah partai
Dukung pilkada damai, Polri gelar Anugrah Jurnalistik 2018
Fetching news ...