Ideas Law

Prediksi Fahri kasus Century bakal terhenti

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Prediksi Fahri kasus Century bakal terhenti "Di KPK sendiri ada banyak konflik kepentingan yang menjadi salah satu penyebab kasus Century kemudian tidak diproses oleh lembaga tersebut." - Fahri Hamzah

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di dalam KPK ada banyak konflik kepentingan, sehingga dia memprediksi lembaga antirasuah tersebut tidak akan memproses skandal korupsi Bank Century yang telah merugikan negara hingga Rp6,7 triliun.

Bahkan, tambah Fahri, KPK sudah tidak layak untuk menindaklanjuti proses penanganan hukum kasus tersebut. Oleh karena itu, dia menyarankan penanganannya lebih baik diambil alih oleh Mabes Polri.

“Saya melihat bahwa kasus Century sudah tidak layak diproses oleh KPK. Sebaiknya Mabes Polri mengambil alih kasus ini. Di KPK sendiri ada banyak konflik kepentingan yang menjadi salah satu penyebab kasus Century kemudian tidak diproses oleh lembaga tersebut,” ujar Fahri di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Apalagi, lanjut Fahri, dari unsur pimpinan KPK ada yang menjadi lawyer dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang sebenarnya bertanggungjawab dalam pencairan pinjaman dana bailout (Century).

“Dan dulu saat Kabareskrimnya Susno Duadji, kasus Century ini milik Mabes Polri yang sudah hampir menjangkau aktor-aktor intinya. Tetapi, kan, kemudian dilakukan audit dan DPR mengambil alih dengan dibentuknya Pansus Angket, sampai menghasilkan temuan luar biasa, yang kemudian diserahkan ke KPK,” paparnya.

Namun, meskipun sudah terbukti, kasus yang umurnya sudah hampir 10 tahun ini tidak dijalankan KPK. Untuk itu, Fahri menilai selayaknya Mabes Polri yang mengambil alih kembali kasus ini, supaya dapat terlihat lebih terang seperti waktu ditangani Susno Duadji.

Sebagai informasi, PN Jaksel belum lama ini mengabulkan gugatan pra peradilan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) supaya KPK menetapkan bekas Wapres Boediono dan beberapa orang lainnya yang diduga terlibat korupsi Bank Century sebagai tersangka.

Atas putusan tersebut, Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengultimatum pimpinan KPK. Ia bahkan mengancam dapat memenjarakan para pimpinan KPK jika tidak menindaklanjuti putusan tersebut.

Boyamin memberi waktu KPK tiga bulan ke depan. Bila tidak ada tersangka baru, berbekal putusan praperadilan Century, ia akan melaporkan pimpinan KPK dengan dugaan penyalahgunaan wewenang.

Menurut dia, pembiaran kasus berlarut-larut bisa dikategorikan pelanggaran tersebut. Terlebih, sudah ada putusan pengadilan yang memerintahkan penyidikan kasus Century dilanjutkan.

Terpisah, Ketua DPR Bambang Soesatyo berharap pihak-pihak yang diduga terseret kasus korupsi Bank Century kooperatif.

"Mengimbau semua pihak yang diduga terlibat kooperatif memberikan keterangan kepada KPK, agar kasus Bank Century dapat terungkap dan diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar Bamsoet, Rabu 11 April 2018.

Terkait penyebutan nama-nama yang dianggap terlibat kasus Bank Century seperti Boediono, Muliaman Hadad, Raden Pardede dan kawan-kawan yang disebut dalam putusan praperadilan PN Jaksel, Bamsoet menyerahkan persoalan itu ke KPK. Sebab, KPK menjadi pihak termohon dalam putusan itu.

Langkah Kemendag amankan harga sembako saat puasa dan lebaran
TKA diistimewakan, TKI kurang terlindungi
Buktikan tak antikritik, DPR gelar lomba
TNI evakuasi guru korban perkosaan gerombolan separatis Papua
Usia minimal perkawinan dalam UU sudah tak relevan dengan zaman
Fetching news ...