Ideas Law

DPR janji revisi UU Antiterorisme rampung bulan depan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

DPR janji revisi UU Antiterorisme rampung bulan depan "Bukan mentok, dimentok-mentokin. Enggak mau kita ada kekuatan. Ini begini, mau mati lagi? UU apa pun demi melindungi rakyat harus segera disahkan." - Ryamizard Ryacudu

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menjanjikan Revisi Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (Antiterorisme) rampung pada bulan Juni mendatang.

"Paling lambat pekan depan kami akan mulai melanjutkan pembahasan Revisi UU Antiterorisme," ujar Ketua DPR RI Bambang Soesatyo kepada wartawan, usai meninjau kondisi Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya pascaserangan bom bunuh diri, Senin (14/5) petang.

Revisi UU Antiterorisme diusulkan oleh pemerintah terhadap DPR RI sejak tahun 2016 menyusul peristiwa teror bom di kawasan Thamrin, Jakarta. Namun hingga terjadi serangan bom bunuh diri berutun di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, selama dua hari terakhir, revisi tersebut tak kunjung diselesaikan.

Bambang mengatakan alotnya pembahasan Revisi UU Antiterorisme disebabkan karena terjadi banyak perbedaan pendapat dikalangan anggota DPR RI. Diantaranya terkait pasal-pasal mengenai definisi terorisme, keterlibatan TNI dalam pemberantasan terorisme, penyadapan, penebaran kebencian, dan masih banyak lagi.

"Kami menilai penting Revisi UU Antiterorisme untuk mengatur penanganan terorisme di Indonesia. Maka segala perdebatan itu akan kembali mulai kami bahas pekan depan. Targetnya bulan Juni harus sudah rampung," katanya.

Selama Revisi UU Antiterorisme masih dalam tahap pembahasan, Bambang mendorong kepolisian menghantam tuntas terorisme yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami mendorong kepolisian masuk ke jaringan mereka tanpa perlu menunggu perbuatannya terlebih dahulu. Kalau ada kecurigaan segera diperiksa. Kalau tidak terbukti dilepas. Kalau terbukti masukkan sel," tuturnya.

Bambang meyesalkan aksi terorisme kini telah melibatkan keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anak kandungnya, bahkan yang masih berusia balita, untuk melakukan serangan bom bunuh diri.

Untuk itu dia menjanjikan Revisi UU Antiterorisme bisa rampung pada bulan Juni mendatang sehingga dapat segera diterapkan untuk pemberantasan terorisme di Indonesia.

Tinggalkan ego sektoral

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengimbau semua pihak dapat menanggalkan sifat ego sektoral dalam upaya mempercepat pengesahan Revisi Undang Undang (RUU) Terorisme.

"Bukan mentok, dimentok-mentokin. Enggak mau kita ada kekuatan. Ini begini, mau mati lagi? UU apa pun demi melindungi rakyat harus segera disahkan. Kaji dong dengan benar, jangan dikait-kaitkan dengan yang lain. Ego sektoral kita terlalu tinggi. Saya enggak ada kepentingan apapun, enggak ada udang di balik batu," ujarnya, di Jakarta, Senin, terkait alotnya pembahasan RUU Terorisme di Parlemen dan kasus bom di Surabaya, Jawa Timur, yang membawa korban jiwa.

Meninggalkan ego sektoral, ditegaskan purnawirawan bintang empat itu, patut untuk dilakukan mengingat sudah cukup banyak rakyat Indonesia yang menjadi korban aksi terorisme.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) tersebut menilai bahwa masih ada pihak-pihak tertentu yang tidak ingin Indonesia bersatu dan damai. Dia mengaku sedih melihat rakyat Indonesia tewas akibat aksi terorisme.

Ryamizard menjelaskan bahwa sejak tiga tahun lalu dirinya juga sudah mengingatkan terkait bahaya teroris di Indonesia pada khususnya, dan dunia pada umumnya.

Ia menilai, ancaman teroris bisa sewaktu-waktu terjadi, jika bangsa Indonesia semakin lemah kedaulatannya.

Bahkan, ia menjelaskan, sejak 2017 dirinya juga sudah menyampaikan bahwa bangsa Indonesia akan menghadapi teroris generasi ketiga, yakni generasi yang digerakkan pejuang Islamic State (IS) yang sudah pulang dari Suriah ke Indonesia.

Oleh karena itu pula, ia mengajak masyarakat bersatu melawan dan tidak memberikan ruang gerak kepada terorisme.

Sebut rekomendasi 200 penceramah Kemenag lecehkan Ulama, Ustaz Fahmi Salim minta coret namanya
Kunjungan Anwar ke Indoneisa usai sepekan keluar dari penjara
Ketika fakultas hukum UGM memiliki organisasi alumni
Menshalatkan jenazah teroris
Peluang Demokrat merapat ke kubu Gerindra
Fetching news ...