Ideas Law

Advokat muda dan masa depan dunia hukum Indonesia

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Advokat muda dan masa depan dunia hukum Indonesia "Sudah saatnya Indonesian Young Lawyers Committee Para Advokat Muda turut serta berkontribusi secara aktif," Andra Reinhard Pasaribu.

Pertumbuhan Advokat di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Setidaknya hingga akhir 2017 telah tercatat sebanyak 45000 advokat di Indonesia dan 25000 diantaranya Advokat yang berusia 25 sampai dengan 36 tahun.

Artinya PERADI dan dunia Advokat Indonesia memiliki 25000 potensi inovasi yang akan menjawab tantangan perkembangan dunia hukum kedepannya, serta memiliki 25000 potensi untuk menciptakan tatanan hukum yang lebih baik di Indonesia.

Tentu saja, fakta ini merupakan sebuah fakta tentang potensi sumber daya manusia yang sangat besar yang butuh pengelolaan secara terorganisir dan sistematis.

Tingginya jumlah Advokat tersebut merupakan tantangan terbesar bagi Peradi sebagai wadah tunggal organisasi Advokat di Indonesia khususnya mengenai kualitas profesi Advokat yang baru saja dilantik sebab kualitas Advokat merupakan faktor penting tidak hanya bagi pencari keadilan namun bagi sistem hukum di Indonesia. 

Andra Reinhard Pasaribu selaku perwakilan advokat muda menyampaikan, "Pembentukan Advokat Muda Peradi merupakan sebuah langkah strategis untuk mewujudkan kualitas Advokat sejak awal," ujarnya, Jakarta (6/6/2018)

Dia menambahkan, advokat muda yang bernaung dalam Peradi akan menjadi ujung tombak peningkatan kualitas dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hukum melalui berbagai kegiatan. 

"Seperti penyebaran informasi dan pengetahuan perkembangan ilmu hukum, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan profesi Advokat yang tidak hanya fokus pada materi ilmu hukum namun juga terhadap pengetahuan mengenai manajamen kantor hingga manajemen penamganan perkara," terangnya.

Fauzi Hasibuan selaku Ketua Umum Peradi dalam kesempatanya saat menghadiri acara buka bersama para advokat muda Peradi mengatakan bahwa pembentukan Organisasi yang berisi para Advokat Muda adalah keniscayaan demi kemajuan Organisasi Advokat.

Tiang penyangga organisasi

Sementara Otto Hasibuan selaku Ketua Dewan Pembina Peradi di tempat yang sama juga memberikan sambutan. Menurutnya organisasi advokat tidak akan berkembang jika tidak ada Advokat Muda. 

"Advokat Muda akan menjadi tiang penyangga organisasi Advokat dan generasi penerus para Advokat Senior," ucap pengacara kondang itu.

Menambahkan apa yang disampaikan Ketua Umum dan Ketua Dewan Penasihat Peradi, Harvardy selaku perwakilan Advokat Muda mengatakan bahwa pembentukan advokat muda juga untuk menjembatani berbagai kebutuhan baik komunitas nasional maupun komunitas Internasional terkait profesi Advokat.

"Saat ini Telah terbentuk berbagai komunitas Young Lawyers atau Advokat Muda yang tersebar di berbagai negara dan asosiasi pengacara internasional, antara lain Young Lawyers’ Committee of International Bar Association, International Association of Young Lawyers, Young Lawyers Division of American Bar Association, European Young Lawyers Association, Amsterdam Young Bar Association, Young Lawyers Committee of the Law Society of Singapore, National Young Lawyers Committee of the Malaysian Bar dan lainnya," jelas Havardy.

Menutup sambutannya di Acara Buka Bersama dengan Para Advokat Muda, Andra Reinhard Pasaribu mengatakan unjuk gigi baik di kancah nasional maupun internasional. 

"Untuk itu, sudah saatnya Indonesian Young Lawyers Committee Para Advokat Muda Anggota PERADI yang bisa juga sebagai Advokat Muda PERADI atau Young Lawyers of PERADI dibentuk oleh Peradi untuk turut serta berkontribusi secara aktif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang positif di komunitas nasional dan internasional dalam menciptakan Advokat Muda berkualitas dan bertaraf internasional," tutupnya.

Demokrat upayakan Jokowi tak lawan kotak kosong
PKS minta kader belajar dari kemenangan Erdogan
Usir jerawat dengan kulit semangka
Gerindra daftarkan mantan koruptor di Pileg 2019
Ngabalin jadi komisaris Angkasa Pura, Fadli: BUMN amburadul
Bumi Manusia bukan sekadar cinta Minke dan Annelies
Politisi berbondong-bondong ke NasDem, ada apa?
Politisi terima uang transfer untuk pindah partai harus lapor KPK
Riza Chalid penampakan di acara NasDem, sudah aman?
Golkar ngotot daftarkan caleg mantan napi korupsi
Nikmati empat hari Festival Bunaken
Film ’22 Menit’ hadir di Anugrah Jurnalistik Polri 2018
Etika politik dan pindah partai
Dukung pilkada damai, Polri gelar Anugrah Jurnalistik 2018
Jokowi belum temukan solusi akurkan SBY-Megawati
Fetching news ...