Ideas Law

Wakil rakyat bukan tukang pukul kepentingan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Wakil rakyat bukan tukang pukul kepentingan

Berita menohok mengenai wakil rakyat terus berdatangan seakan tiada hentinya. Dalam beberapa waktu terakhir Indonesia telah dihebohkan dengan perilaku koruptif anggota DPRD Malang dan anggota DPRD kota Mataram yang terkena operasi tangkap tangan. Kabar inisontak membuat kita tercengang.

Kali ini kita dikejutkan kembali dengan berita mengenai wakil rakyat yang berasal dari kota Samarinda (anggota DPRD Samarinda) yang diduga telah melakukan aksi persekusi terhadap sekelompok masyarakat simpatisan gerakan #2019GANTIPRESIDEN. Tak hanya itu, aksi persekusi tersebut juga disertai tindakan yang tidak terpuji dengan mengatakan sesuatu yang berbau SARA.

Oknum yang melakukan aksi persekusi tersebut berinisial AV, HU, dan SR yang ketiganya merupakan politisi PDIP. Tentunya persekusi yang dilakukan oleh wakil rakyat merupakan tindakan yang tak lazim, terlepas adanya unsur politis yang membalutnya. AV, HU, dan SR selaku wakil rakyat yang dalam hal ini bertindak terlalu jauh dengan melakukan aksi persekusi disertai tindakan tidak terpuji dengan mengatakan sesuatu yang berbau SARA bisa dipastikan telah melanggar hukum (ketentuan KUHP).

Aksi persekusi yang telah dilakukan oleh oknum wakil rakyat (anggota DPRD Samarinda) memungkinkan telah melumpuhkan rasa kepercayaan masyarakat bahkan memusnahkan kepercayaan (distrust). Antipati berkelanjutan masyarakat khususnya masyarakat kota Samarinda terhadap wakil rakyat (anggota DPRD) juga kemungkinan besar terjadi.

Secara teoretis wakil rakyat merupakan representasi rakyat. Apa pun yang diinginkan rakyat haruslah diperjuangkan oleh wakil rakyat sebagaimana konstitusi kita telah mengamanatkan berdasarkan Pasal 1 ayat 2 UUD NRI 1945 yang menyatakan bahwa “Kedaulatan Berada Di Tangan Rakyat dan Di Laksanakan Berdasarkan Undang-Undang Dasar”.

Aksi persekusi tersebut membuat logika kita menjadi terbalik, jika dianalogikan wakil rakyat seyogyanya bekerja berdasarkan tupoksinya bukan malah menjadi seperti tukang pukul (tukang pukul kepentingan). Dengan kata lain, mereka telah melakukan pengingkaran terhadap nilai-nilai demokrasi. Wakil rakyat dalam hal ini tak etis dan bertindak semaunya. Apalagi terlalu jauh mencurigai bahwa gerakan #2019GANTIPRESIDEN merupakan tindakan makar (aanslag) dan mempunyai potensi memecah persatuan dan kesatuan.

Dari perspektif hukum, tindakan makar memiliki beberapa unsur sebagaimana ketentuan di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana: a. Niat, b. Perbuatan permulaan pelaksanaan c. Ditujukan untuk menghilangkan nyawa Presiden/Wakil Presiden atau menghilangkan kemerdekaan atau membuat mereka tidak cakap memerintah. Jika mengacu pada unsur-unsur tersebut, gerakan #2019GANTIPRESIDEN bukan merupakan tindak makar melainkan gerakan biasa yang ingin mengutarakan pendapat dalam hal ini hak-haknya telah dijamin oleh UUD NRI 1945  (Verfassung).

Sekalipun ada indikasi makar, ketiga wakil rakyat (anggota DPRD) bukan merupakan domainnya untuk menindak tindakan makar tersebut, melainkan domain dari Polisi Republik Indonesia.

Penulis: Adam Setiawan, Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum UII

Kubu Jokowi: Ujian Nasional harus dipertahankan
Aksi ambil untung buat IHSG rentan terkoreksi
Fadli Zon nilai ujian nasional tak selesaikan persoalan standardisasi pendidikan
KPU nilai debat ketiga lebih kondusif dibanding debat kedua
Golkar nilai debat cawapres tak seimbang, Ma'ruf Amin jauh lebih menguasai
Kubu Prabowo nilai Ujian Nasional pantas dihapus
Allah lebih memihak perempuan?
Politisi Demokrat desak audit lingkungan di Pulau Wawonii dan Kabaena
Bautista kembali menangi balapan kedua WSBK Thailand
Penjelasan Bank Mandiri soal surat tagihan perusahaan Prabowo
Infrastruktur langit Ma'ruf Amin sempat buat penonton debat tertawa spontan
Bamsoet: Kalau tidak ada UN, kualitas pendidikan akan timpang
Hari ini, IHSG diprediksi terkoreksi wajar
Cara mutusin hubungan dengan baik
DPR RI berhasil dorong isu diskriminasi muslim Ulghur di Parlemen OKI
Fetching news ...