Ideas Law

Tarif bobok bareng artis yang bikin mules dan hukum yang meninabobokkan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Tarif bobok bareng artis yang bikin mules dan hukum yang meninabobokkan

Tarif prostitusi artis yang dibandrol Rp80 juta baru-baru ini mencengangkan publik, hingga viral sejumlah meme dan tagar di media sosial terkait hal itu. Sejumlah artis yang siap-gerak menjajakan diri memang dihargai super mahal.

Dalam sebuah wawancara off the record dengan penulis, seorang penyanyi sekuter (selebriti kurang begitu terkenal) mengaku ditawar Rp60 juta hanya untuk menemani karaoke di sebuah hotel mewah di Jakarta. Menolak karena nanti harus mau dipangku dan dicium, harga pun dinaikkan menjadi Rp80 juta.

Gagal dengan tawaran pertama, sang “mami” yang menjadi penghubung seorang ternama tersebut kemudian menawarkan Rp200 juta untuk tidur. Karena demikian ngotot, sang penyanyi pun penasaran dan bertanya mengapa sang bos yang sudah tua bangka begitu menginginkan dirinya. Alasannya adalah karena dia suka cewek mungil yang manis, tipikal mojang Priangan.

Apakah menyerah di angka Rp200 juta? Tidak. Sang artis kemudian ditawari sebuah rumah yang bakal dibeli atas nama dirinya di Pondok Indah (silakan googling rata-rata harganya) dengan syarat tidak minta dinikahi, cukup menyediakan jasa saat si bos yang tinggal di daerah ini ke Jakarta. Sang juragan pun tak mempermasalahkan jika artis ini nanti menikah dengan pria lain, selama masih bisa berbagi jatah tidur sewaktu-waktu jika diminta. Dengan nada sedih sang artis bilang, “Ya Allah, kok gini amat. Aku hanya ingin nyanyi, bukan kayak gitu.” Dia memperkirakan teman-teman seprofesinya yang mau diajak bobok bertarif sebanyak 70%! (Tentu saja pernyataan ini harus ditindaklanjuti dengan riset ilmiah untuk membuktikan kebenarannya)

Germo Onet yang sempat ditangkap oleh Polri pada 2015 memiliki stok artis dengan kisaran harga Rp50-120 juta untuk durasi 3 jam. Muncikari atau menejer seperti Onet, Robby Abbas, dll secara rata-rata mendapatkan komisi 30 persen. Angka-angka fantastis tersebut pastinya membuat netizen mules, karena gaji kebanyakan dari mereka cuma di margin UMR (Upah Minimalis untuk Rakyat jelata). Maka, jika kasus-kasus seperti ini terbongkar, selalu ramai; cukup mujarab juga untuk sejenak rehat dari panasnya isu politik, kecuali mereka yang agak serius berpikir lalu mengaitkan fenomena ini dengan rasio gini.

Bagaimanapun, tarif bobok bareng artis Indonesia memang tergolong mahal. Artis porno di negeri Donald Trump saja rata-rata cukup dibayar di bawah USD5 ribu. Seorang aktor film porno AS, Steven Spielberg, pernah membeber bayaran pemain bisnis haram itu kepada Businessinsider. Berdasarkan pengakuannya, seorang aktris yang bermain adegan lesbian dibayar cuma USD800 (+-Rp12juta), adegan dengan pria USD1000 (Rp15jt), anal seks USD1200 (Rp18jt), dan gang bang (hubungan seks rombongan) USD4000 atau kurang lebih Rp60 juta per syuting. Saya tidak ingin menyarankan artis-artis ini ke Indonesia untuk ditangani orang-orang macam Onet dan Robby.

Hukum berpihak pada pelanggan

Pada perkara pengungkapan pelacuran (selebritis maupun kaum kromo), pelanggan tidak pernah dipublikasikan, termasuk kasus terbaru. Anehnya, sang artis di depan kamera tampak dipaksa minta maaf kepada warga kampung, warga kota (citizen) dan netizen. Apakah artis ini telah menyakiti hati netizen karena tarifnya yang kelewat batas?!

Seharusnya yang minta maaf adalah pria yang memesan. Nikmat Allah berupa kuasa uang yang dia genggam telah disalahgunakan; keluarga artis dan dirinya sendiri telah dipermalukan; tata sosial dia rusak; tubuh perempuan dia jadikan barang dagangan. Kalau menurut ajaran orang tua, seharusnya harta berlebih tersebut dia sedekahkan saja, tanpa meminta imbalan ketubuhan. Sehingga, sang artis tidak perlu disebut PSK (Perusak Susila dan Keadaban) dan dia akan dimuliakan sebagai dermawan.

PSK itu ibarat narkoba, kalau tidak ada yang memangsa, dia akan mati dengan sendirinya. Kalau hukum terlalu fokus bagaimana memberantas barang (misalnya dimusnahkan dengan dibakar atau digiling lalu dimasukkan ke septic tank), tanpa memberikan hukuman maksimal kepada subjek yang menggunakan barang tersebut, hasilnya tak bakal maksimal.

Sejumlah ahli sudah menyarankan supaya Indonesia mengadopsi cara pemberian hukuman seperti dalam UU di beberapa negara Skandinavia, yang menghukum pengguna lebih berat. Cara seperti ini terbukti sangat efektif menekan angka pekerja seks komersial. Angka perdagangan manusia di negara seperti Finlandia atau Swedia pun nol—di Indonesia, perempuan pun dijual sebagai istri di Cina. Di Swedia, seks berbayar adalah pelanggaran hak asasi manusia.

Hukum kita sangat membuat nyaman pengguna bisnis seks. Yang Satpol PP kerap razia adalah perempuan, terkadang keliru wanita yang tengah menunggu angkutan umum, bukan pria yang telah mengkhianati anak-istri mereka itu. Sebanyak 6,7 juta pria pecandu prostitusi inilah yang harus diringkus dengan hukum yang membuat mereka terhenyak, bukan yang membuat mereka tenang seperti dininabobokkan.

Pada banyak kasus, perempuan pekerja seks perlu dilihat sebagai korban: korban dari ayah yang kurang mencukupi kebutuhan, korban dari suami atau pasangan yang tak bertanggungjawab, atau korban dari sistem nilai yang dibuat menurut standar kaum pria. Karena korban, mereka harus dibantu untuk keluar dari dunia yang tak mereka inginkan itu, mulai dari tidak memberikan stigma negatif terhadap para “alumni” hingga membuat Undang-Undang yang galak kepada peminat jasa.

Kendalikan hama dan penyakit secara alami dengan Tumpang Sari
Kendalikan hama dan penyakit secara alami dengan Tumpang Sari
TKN sebut Ma'ruf Amin akan pakai ayat Alquran di debat ketiga
 Jelang debat ketiga, Ma'ruf Amin dapat masukan dari asosiasi profesi
Kubu Prabowo tepis tudingan politisasi munajat 212
Demokrat minta Jokowi buka dokumen dengan bos Freeport
Ma'ruf Amin bakal ikut dampingi Jokowi
PWJ desak polisi tangkap anggota FPI penganiaya wartawan
Bela Enembe, pendukung aksi tari adat di KPK
AJI kecam tindakan brutal FPI terhadap wartawan
TKN: Pidato Jokowi bukan untuk tandingi Prabowo
Bansos PKH upaya Jokowi kembangkan ekonomi digital
Anak sarapan bernutrisi  memiliki nilai akademis empat kali lebih tinggi
Jokowi akan gelar pidato di Konvensi Rakyat
Kubu Jokowi: Munajat 212 bagian dari politisasi agama
Fetching news ...