Kemesraan TNI-Polri tak boleh hanya di mulut

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Kemesraan TNI-Polri tak boleh hanya di mulut "Soliditas TNI dan Polri merupakan hal yang mutlak karena kesatuan dua lembaga tersebut menjadi salah satu cerminan kekuatan dan kedaulatan NKRI." - Tito Karnavian

Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan soliditas TNI dan Polri tidak boleh hanya sekadar manis di mulut, tetapi merupakan hal yang mutlak untuk menjaga keutuhan negara.

"Soliditas TNI dan Polri merupakan hal yang mutlak karena kesatuan dua lembaga tersebut menjadi salah satu cerminan kekuatan dan kedaulatan NKRI. Bila TNI dan Polri terpecah belah maka Indonesia pun berpotensi hancur. Hubungan TNI-Polri bukan hanya di mulut saja, dan pemanis, tapi betul-betul dibutuhkan negara ini," katanya dalam acara pembekalan bagi 724 Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI-Polri di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/07/2018).

Tito mengatakan tantangan TNI dan Polri dalam menjaga kedaulatan NKRI ke depan semakin berat. Ancaman terhadap negara pun makin beragam, dan tidak hanya berupa ancaman fisik dari dalam maupun luar.

"Ancaman serangan siber bisa muncul, sebenarnya bisa mengancam kedaulatan negara tanpa intervensi fisik," tambah Tito.

Ia lantas menekankan kembali pentingnya soliditas TNI-Polri dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Kita merasa bersyukur bangsa Indonesia di usia 72 tahun, bahkan memasuki usia 73 tahun, tetap utuh sebagai bangsa NKRI. Ini prestasi besar dan karunia dari Tuhan," katanya.

Kepala Polri juga mengingatkan para capaja TNI-Polri untuk bersikap kritis.

"Sebagai sarjana, kita harus bertanya, kritis. Apa Indonesia masih bisa pecah? Kita lihat dalam akademik untuk ambil kesimpulan, itu adalah metode komparatif. Bukan saya mengamini, tetapi ada potensi. Bung Karno pernah bilang, menghadapi musuh luar lebih mudah dibandingkan musuh dari dalam," tuturnya.

Ia mencontohkan Uni Soviet dan Yugoslavia bisa pecah karena masalah dalam negeri. Di Indonesia, potensi perpecahan juga bisa muncul di dalam negeri, antara lain karena masih adanya kesenjangan ekonomi.

"Potensi perpecahan bisa semakin membesar akibat kerukunan bangsa yang melemah," katanya.

Apresiasi Presiden Jokowi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengapresiasi soliditas dan sinergitas TNI dan Polri yang selama ini terjalin.

"Rakyat saya rasa gembira. TNI dan Polri berbagi sumber pemikiran, keringat, keberanian untuk satu tujuan melindungi rakyat Indonesia, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia," kata Presiden beberapa waktu lalu.

Presiden Jokowi menilai kebersamaan TNI dan Polri tersebut akan semakin membuat masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas.

Kepala Negara mengaku prihatin dengan sejumlah rentetan aksi terorisme di beberapa wilayah, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan lokasi lain yang telah menelan korban jiwa beberapa waktu lalu.

"Aksi terorisme yang menelan jiwa masyarakat menelan jiwa aparat-aparat kita. Dan saat ini rakyat membutuhkan perlindungan dan rasa aman terutama di bulan puasa ini. Kita bersyukur TNI-Polri solid bersatu menjaga rakyat bangsa dalam melawan terorisme," ujar Presiden.

Fadli Zon ajak anggota parlemen lawan korupsi
BPN: Pindah ke Jateng terobosan brilian
Pimpinan DPR: HAM dan Demokrasi era Jokowi alami kemunduran
Saham Wallstret ditutup menguat sementara saham Eropa melemah
DPR RI kagumi perjuangan Azerbaijan raih kemerdekaan
DPR RI sambut baik kedatangan parlemen Kuwait
BPN pindah ke Jateng, ini kata Hanura
DPW Kalsel dukung Jokowi, PAN: Itu realita politik lokal
Prabowo perlu reuni 212 lagi jelang Pilpres 2019 jika ingin menang
Meluruskan cara pandang tentang pernikahan dan keluarga
Charta Politica: Pemindahan posko pemenangan BPN hanya psywar
Reforma Agraria era Jokowi dinilai di lajur yang benar
Markas BPN pindah, TKD: Apa urgensinya?
PAN akan sanksi DPD membelot ke kubu Jokowi
Cara Khabib Nurmagomedov habiskan 100 ribu dolar pertamanya
Fetching news ...