Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI "Ketika memutuskan untuk menyusui tandem, pembagian tugas di rumah tangga perlu didiskusikan ulang." - Fikriyah Rasyidi.

Keputusan untuk menyusui dua anak ‘tandem breastfeeding’ atau tandem nursing belum begitu populer di Indonesia. Tak jarang, seorang ibu yang memutuskan menyusui dua bayi sekaligus akan mendapatkan kritikan tajam dari orang-orang terdekat seperti ibu, mertua, sanak-saudara serta tetangga.

Oleh sebab itu, perempuan yang memutuskan menyusui tandem memerlukan dukungan yang kuat dari suami, atau dalam parenting kerap di sebut Ayah ASI.

“Menyusui itu tidak mudah, tetapi juga tidak susah. Kerjasama dengan pasangan sangat menentukan kualitas proses menyusui. Menjadi ibu ASI dan ayah ASI bukan hal remeh-temeh. Kerjasama dan komunikasi keduanya sangat penting untuk terus dijaga,” kata Fikriyah Rasyidi, konsultan pada Sekolah Rekonsiliasi, lembaga nirlaba yang konsen pada pendidikan pernikahan dan keluarga kepada Rimanews.com di Jakarta, Selasa (25/09/2018).

Perempuan yang juga sedang menyusui tandem itu mengatakan bahwa setiap anak berhak mendapatkan asupan gizi dan kasih sayang yang penuh dari orang tuanya secara adil.

“Saya memutuskan tidak akan menyapih sampai anak siap. Saat adiknya lahir, anak pertama saya berusia 13 bulan. Tetapi usaha yang kami lakukan tidak lepas dari judgement orang-orang sekitar kami. Padahal, dokter mengatakan oke; saya hanya perlu menjaga asupan nutrisi,” katanya.

Praktisi pendidikan anak itu mengatakan bahwa di masyarakat ada banyak mitos tentang menyusui tandem, dan ini harus diluruskan.

“Misalnya, si adik akan kalah, si kakak tidak akan belajar mandiri, ASI sudah tidak ada gizinya buat si kakak dan lain-lain. Hanya ahli medis yang bisa memutuskan ini, bukan atas dasar prasangka. Di sini peran dan dukungan suami menjadi semakin penting untuk dapat membantu menjelaskan situasi kepada keluarga besar dan orang sekitar,” jelasnya.

Ayah ASI menurut Fikriyah juga termasuk kerjasama dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. “Bagi mereka yang tidak memiliki PRT (pekerja rumah tangga, red), peran ayah atau suami menjadi lebih dibutuhkan lagi. Menyusui itu membutuhkan waktu dan tenaga ekstra, jadi tanpa dukungan suami, menyusui tandem hampir mustahil berjalan mulus,” katanya.

Menurut Fikriyah, ketika memutuskan untuk menyusui tandem, pembagian tugas di rumah tangga perlu didiskusikan ulang.

“Misalnya, jika sebelumnya istri yang masak dan belanja, ketika menyusui tandem tugas tersebut bisa dipegang oleh suami. Di sinilah definisi ayah ASI menjadi semakin berfungsi. Ya, selain membutuhkan kekuatan emosional, ibu menyusui membutuhkan asupan gizi yang cukup. Jadi, sangat perlu kerjasama dengan suami,” ujarnya.

Fikriyah mengingatkan bahwa setiap anak mengalami proses perjalanan hidup yang penuh tantangan, dan dia membutuhkan orang tua untuk melindungi serta memenuhi kebutuhannya.

“Setiap anak mengalami proses perjalanan ruh yang tidak mudah di alam rahim. Lalu mereka terlahir di alam dunia yang juga penuh rintangan. Kelahiran di dunia ini akan menjadi fase yang stressful jika orang tua tidak melindungi dan memenuhi kebutuhannya. Jika ada satu fase pertumbuhan yang terlewatkan, efeknya mungkin akan berlangsung lama dan mempengaruhi fase selanjutnya dalam kehidupan batin anak,” bebernya.

Selanjutnya, Fikriyah meminta masyarakat umum untuk menghargai pilihan parenting seseorang. Hal ini untuk menghindari stigma yang ternyata malah salah-kaprah, seperti kasus menyusui tandem ini.

“Saya berharap masyarakat, keluarga dan siapa pun agar menghargai keputusan parenting setiap orang tua, karena saya yakin setiap orang tua faham betul kondisi diri dan anaknya. Apalagi di era sekarang di mana informasi sangat mudah didapat,” pungkasnya. 

Gerindra tak masalah PKS lebih optimalkan Sandiaga daripada Prabowo
Merayakan kemerdekaan diri versi Kishimi dan Koga
Mari rayakan 16 hari kampanye antikekerasan terhadap perempuan
Pengampunan sejati
Budiman: Pengetahuan Rocky Gerung so old, sudah kedaluarsa!
PSI usulkan debat capres dan cawapres di desa
PKB nilai Banser ingin bakar bendera HTI bukan bendera tauhid
Bamsoet pimpin peluncuran aplikasi DPR Now
DPR RI minta penjelasan parlemen Myanmar di forum internasional soal Rohingnya
PDIP: pelemahan rupiah sudah sejak Indonesia merdeka
DPR usul aturan pidana atas bea materai
PSI minta Sandiaga tidak nyinyir soal dana kelurahan
Menegakkan prinsip good governance
Selain di perguruan tinggi, PKS usul debat capres di pasar dan gedung olahraga
Fadli Zon nilai Jokowi sindir diri sendiri
Fetching news ...