Rahasia menghasilkan anak seperti Sandiaga Uno

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Rahasia menghasilkan anak seperti Sandiaga Uno “Saya benar-benar fokus mendidik anak saya dari usia 0-5 tahun. Ini adalah usia emas. Pendidikan anak tidak dapat diwakilkan kepada siapa pun." - Mien Uno

Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan optimal. Akan tetapi, tidak setiap orang tua tahu bagaimana melakukan parenting secara sehat.

Tidak ada aturan baku tentang parenting karena situasi yang dihadapi tiap-tiap keluarga, masyarakat dan bangsa berbeda-beda. Namun, kita tetap dapat belajar dari keberhasilan orang tua lain yang terbukti berhasil mendidik anak, yang salah satunya adalah Rahmini Rachman Uno atau yang lebih dikenal sebagai Mien R. Uno.

Mien adalah ibu dari Indra Uno dan calon wakil presiden Sandiaga S Uno. Sandi adalah lulusan S1 dari Wichita State University, Amerika, dengan predikat summa cum laude pada 1990. Setahun berikutnya, dia menamatkan studi master di George Washington University dan mendapatkan gelar Master of Business Administration dengan mendapatkan IPK 4,00.

Tak kalah moncer, Indra Uno meraih gelar Bachelor of Science di bidang Aerospace Engineering dari The Wichita State University, dan dua gelar master, yakni Master of Business Administration dari University of Southern California dan Master of Science di Aerospace Engineering dari University of Michigan, AS.  Indra Uno mengakhiri jenjang pendidikan formalnya sebagai doktor di bidang manajemen strategis dari Universitas Indonesia.

“Saya benar-benar fokus mendidik anak saya dari usia 0-5 tahun. Ini adalah usia emas. Pendidikan anak tidak dapat diwakilkan kepada siapa pun, baby sitter atau pembantu. Pembantu itu bekerja, bukan mendidik,” katanya saat ditemui Rimanews di kediaman Sandiaga Uno di Jakarta, Selasa (25/09/2018).

Mien mengingatkan orang tua untuk tidak perlu terlalu mengejar materi, sehingga melalaikan kewajiban mendidik anaknya sendiri. Menurutnya, harus ada salah satu dari kedua orang tua yang selalu siap sedia di sisi anak.

“Tidak harus ayah atau ibu yang bekerja menghasilkan sumber nafkah utama di keluarga. Hal itu bisa didiskusikan. Tetapi, yang jelas harus ada salah satu dari keduanya yang fokus mendidik anak, ibu misalnya,” katanya.

Mien menyarankan seorang ibu—jika ayah yang menjadi pencari nafkah utama—untuk baru mulai mengambil pekerjaan paruh waktu, apabila dibutuhkan, ketika anak sudah melewati usia lima tahun.

“Uang penting, tapi bukan segalanya. Jika anak sampai diserahkan kepada pembantu, pembantu itu yang penting anak-anak tenang. Sistem nilai yang akan diserap oleh anak adalah dari orang tua,” katanya.

Perempuan yang namanya masuk dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007 ini mengatakan bahwa nilai yang semua orang tua harus tanamkan kepada anak adalah integritas.

“Saya menanamkan pentingnya integritas kepada kedua anak saya sejak kecil, karena ini akan membuat mereka menjadi pribadi yang jujur, baik terhadap dirinya, maupun orang lain. Sejak kecil saya tanamkan bahwa nilai kecil tidak masalah yang penting jujur, tidak nyontek; dan bagaimana menghormati orang lain,” ujar perempuan dengan sederet penghargaan tingkat nasional dan internasional ini.

Mien mengaku sering menasehati anaknya untuk selalu tenang menghadapi tantangan hidup, terutama suara-suara negatif yang datang dari orang lain.

“Orang suka lempar yang negatif untuk kita bereaksi. Sejak kecil saya bilang apa pun yang mereka katakan, tetap tenang selama itu tidak benar. Alhamdulillah anak saya bukan tipe orang yang reaktif, mereka selalu sopan,” kata pengusaha yang juga pendidik ini.

Sementara itu, untuk memperkuat kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,  mengajarkan anak mencintai buku sejak dini adalah keharusan. 

"Ini juga harus dimulai dari kecil. Suka membaca dan mencintai buku itu butuh diajarkan," katanya sambil menambahkan bahwa baik Indra dan Sandi memiliki skor IQ yang tinggi. 

Perempuan kelahiran Indramayu, 23 Mei 1941, ini mengatakan bahwa yang juga tak kalah penting dalam proses pendidkan adalah adalah menjaga kebugaran fisik.

“Sejak kecil anak-anak suka olahraga. Saya rutin berolahraga dari muda. Kalau tidak sehat, berapa pun uang yang dimiliki tidak ada gunanya. Jangan lupa olahraga, tiga kali seminggu, supaya dapat menikmati kebahagiaan,” pungkasnya.

Merayakan kemerdekaan diri versi Kishimi dan Koga
Mari rayakan 16 hari kampanye antikekerasan terhadap perempuan
Pengampunan sejati
Budiman: Pengetahuan Rocky Gerung so old, sudah kedaluarsa!
PSI usulkan debat capres dan cawapres di desa
PKB nilai Banser ingin bakar bendera HTI bukan bendera tauhid
Bamsoet pimpin peluncuran aplikasi DPR Now
DPR RI minta penjelasan parlemen Myanmar di forum internasional soal Rohingnya
PDIP: pelemahan rupiah sudah sejak Indonesia merdeka
DPR usul aturan pidana atas bea materai
PSI minta Sandiaga tidak nyinyir soal dana kelurahan
Menegakkan prinsip good governance
Selain di perguruan tinggi, PKS usul debat capres di pasar dan gedung olahraga
Fadli Zon nilai Jokowi sindir diri sendiri
Massa ingatkan KPK dengan obat anti masuk angin
Fetching news ...