Agus Rahardjo takut temui Masinton di gedung KPK?

REPORTED BY: Fathor Rasi

Agus Rahardjo takut temui Masinton di gedung KPK? Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri)

Entah pikiran apa yang hinggap di kepala Wakil Ketua Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Masinton Pasaribu ketika memutuskan mendatangi Gedung KPK di jalan Rasuna Said, Jakarta hari ini, Senin (04/09). Awalnya, Masinton akan menghadiri acara di Mahkamah Agung. Namun tiba-tiba meminta sopirnya untuk berbelok ke Gedung KPK.

Sebelum meninggalkan kediaman, ia meminta kepada sopir untuk mengingatkan agar tak lupa membawa koper tanpa memberi tahu sang istri. Sesampainya di gedung yang katanya ditakuti banyak orang tersebut, Masinton langsung dikerubuti awak media yang biasa "ngepos" di lembaga antirasuah tersebut.

Begitu keluar dari mobil, Masinton langsung diberondong pertanyaan oleh awak media. "Kenapa datang ke KPK bang? " tanya mereka.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Masinton mengatakan kedatangannya ke KPK adalah untuk menantang Ketua KPK, Agus Rahardjo karena akan mempidanakan Pansus Angket KPK dengan pasal obstruction of justice atau menghalangi penyidikan.

Menurut Masinton, Ketua KPK Agus Raharjo harus membuktikan tuduhan terhadap Pansus KPK terkait ancaman akan menggunakan pasal obstruction of justice atau menghalangi penyidikan kepada Pansus Angket KPK.

"Saya datang siap untuk ditahan KPK, kalau memang tuduhan Agus itu terbukti," kata Maisnton di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (4/9).

Tantang Ketua KPK

Politisi PDIP itu bahkan menantang Agus Rahardjo untuk membawakan rompi kebesaran KPK, rompi oranye. "Saya minta Agus turun kemari bawa rompi KPK, tidak boleh ada horor menakut-nakuti, saya minta sekali lagi pimpinan KPK turun sekarang, bawa rompi KPK," tegasnya.

Masinton tidak mempermasalahkan ketika tuduhan Agus Raharjo tersebut terbukti, dia siap ditahan dan langsung masuk kedalam penjara. "Terserah mau diletakkan dimana, di sel tikus juga tidak apa-apa," pungkasnya.

Sekian lama ditunggu-tunggu, tak kunjung datang, Masinton akhirnya mengeluarkan puluhan baju kaos dari koper yang ia bawa. Kaos tersebut dibagi-bagi kepada wartawan yang biasa bertugas di KPK. 

Adapun tulisan pada kaos tersebut adalah "Kebusukan Apa Yang Kau Tutupi KPK? " Takut Amat Sama Pansus?" dan "KPK jujur hebat".

"Ayo pakai bajunya, gak perlu takut, " kata Masinton sambil mengenakan baju kaos kepada salah satu awak media. 

Ancaman Ketua KPK

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengeluarkan ancaman kepada Pansus Angket KPK. Pasal yang digunakan adalah pasal 21 UU KPK atau obstruction of Justice. Ancaman itu dikarenakan Pansus Angket KPK menghalangi penyidikan yang dilakukan KPK.

Spontan, ancaman itu membuat DPR RI meradang dan sebagian besar anggota DPR RI, khususnya anggota Pansus Hak Angket KPK dan Komisi III DPR RI yang mengecam keras pernyataan Ketua KPK itu. DPR pun meminta Agus Rahardjo agar mencabut ancamannya tersebut.

Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menilai, Ketua KPK sedang galau karena sisi gelap KPK mulai terkuak di Pansus Hak Angket DPR oleh pihak internal KPK sendiri.

Menurut Bambang, mestinya pimpinan KPK mau melakukan instrospeksi diri sebagaimana Presiden Jokowi menyentil KPK dalam pidato kenegaraan 17 Agustus lalu. Presiden sudah menyampaikan pesan yang sangat jelas bahwa tidak boleh ada satu lembaga pun di negera ini yang merasa memiliki kekuasaan absolut. 

“Harusnya para pimpinan KPK sadar, kepada siapa pernyataan itu ditujukan,” kata Bambang.

Komisi III DPR RI yang menjadi mitra kerja KPK, lanjut dia, wajib mengingatkan dan menghimbau pimpinan KPK agar bisa menahan diri dengan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang justru akan menjadi kontraproduktif bagi hubungan KPK dan DPR.

"Marilah kita saling menghargai dan menghormati tugas UU kita masing-masing. Dan biarkanlah Kebenaran menemukan jalannya sendiri. Tidak perlu kita halang-halangi, " kata Bambang Soesatyo.

Dua amalan utama di bulan Muharam
Menjadikan Indonesia kiblat maritim dunia
4 golongan yang dicintai Allah
Menyatukan Soksi Golkar dengan Munas
Sektor ini raup Rp1.500 triliun per tahun, Anda tertarik?
Fetching news ...