Cara Kemnaker cegah terulangnya kebakaran Kosambi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Cara Kemnaker cegah terulangnya kebakaran Kosambi

Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi akan membentuk Tim Evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan yang menggunakan bahan berbahaya untuk mencegah terulangnya kasus kebakaran seperti di pabrik kembang api di Tangerang, Banten. 

"Tugas tim ini adalah memastikan pemenuhan standar K3 di industri yang menggunakan bahan berbahaya," ujar Menteri Kemnakertrans M Hanif Dhakiri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/10/2017). 

Pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses di Tangerang, Banten, mengalami kebakaran pada Jumat (27/10) dan menewaskan 48 orang serta 46 orang luka. 

Menaker melakukan pemeriksaan ke lokasi pabrik pada Minggu (29/10) didampingi Direktur Umum BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar serta Kapolres Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan. 

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Hanif menyatakan ada dugaan kuat pelanggaran K3 di pabrik tersebut. 

"Tidak terpenuhinya standar K3 di pabrik itu seperti tidak adanya jalur evakuasi, tidak memadainya sarana dan prasarana K3 di pabrik dan lain sebagainya," ujarnya. 

Selain itu, juga ada pelanggaran lain seperti adanya pekerja anak, tidak mendaftarkan seluruh pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, masalah kontrak kerja, pengupahan dan sebagainya. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan hanya 27 dari total 103 pekerja yang didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

Menaker menegaskan bahwa pengawas ketenagakerjaan akan melakukan penyelidikan secara tegas dan profesional terkait pelanggaran perusahaan terhadap norma-norma K3 dan norma ketenagakerjaan lainnya. 

"Tak ada kata main-main untuk pelanggaran ketenagakerjaan. Apalagi menyangkut nyawa dan nasib pekerja," ujarnya.

Kebakaran kosambi

Kebakaran terjadi di PT Panca Buana Cahaya Sukses berlokasi di Jln. Raya SMPN 1 Kosambi, Desa Belimbing RT 20 /10, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10) pagi. PT Panca Buana Cahaya Sukses diketahui adalah pabrik yang memproduksi kembang api yang telah beroperasi selama dua bulan.

Menurut keterangan saksi, kejadian terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat para saksi mengerjakan pemasangan Atap bangunan mess. Tiba- tiba di bagian pembuatan kembang api berjarak kurang lebih 20 Meter, terdengar suara ledakan dan atap bangunan jebol sehingga menimbulkan api yang menyebabkan kebakaran.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan ledakan bersumber dari arah depan gedung. "Sementara terbakar dari gedung depan, kemudian menjalar ke belakang. Korban menumpuk di belakang untuk menghindari api dari depan," kata Nico usai meninjau lokasi, Kamis (26/10) sore.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban meninggal sebanyak 47 orang dan 63 korban luka-luka.

Upaya meminimalisir korban dampak bencana
Kasus Novanto sengaja diramaikan untuk kepentingan Pilpres 2019?
Nikmati ubi jalar dalam bentuk es krim
Pesan Jokowi kepada Setya Novanto
Ribuan Tagana disiagakan hadapi cuaca ekstrem
Fetching news ...