Dana parpol di DKI rawan timbulkan kecemburuan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Dana parpol di DKI rawan timbulkan kecemburuan

Pemerintah telah menyepakati bantuan untuk partai ditingkatkan dari 108 rupiah per suara menjadi 1000 rupiah per suara. Baru-baru ini, dana bantuan partai kembali jadi sorotan, setelah muncul berita bantuan partai di APBD DKI Jakarta dinaikkan menjadi Rp4000 per suara dari tadinya Rp410 per suara. Sehingga, total bantuan untuk partai pun meningkat dari sebelumnya Rp1,8 miliar menjadi Rp 17,7 miliar.

Usai menghadiri apel kebangsaan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) di lapangan Monumen Nasional (Monas), akhir pecan ini.
Sebagi informasi, APBD provinsi DKI Jakarta termasuk yang harus dievaluasi terlebih dahulu oleh Kementerian Dalam Negeri.

Menanggapi pertanyaan tentang bantuan dana partai di DKI Jakarta, Menteri Tjahjo mengatakan pemerintah pusat memang telah menyepakati kenaikan dana partai dari Rp108 rupiah per suara menjadi Rp1000 per suara. Kata dia, andai daerah hendak menaikkan seharusnya tak mencolok.

"Untuk dana partai politik secara nasional kan meningkat dari 180 rupiah per suara menjadi 1000 rupiah per suara. Nah DKI Jakarta walaupun PAD-nya besar, ya jangan mencoloklah," kata Tjahjo di Jakarta, kemarin.

Apalagi kata dia, Jakarta itu punya banyak masalah, terutama sampah,macet dan banjir.yang memerlukan biaya besar.

"Soal apakah nanti Rp1500 per suara maksimum nanti akan kita bicarakan. Tapi secara prinsip setuju kita naikkan tetapi jangan terlalu tinggi," katanya.
Menurut Tjahjo, kenaikan dana partai di Jakarta yang terlalu besar dikuatirkan menimbulkan kecemburuan. Partai di daerah lain, bisa menuntut hal serupa. Padahal, kemampuan PAD masing-masing daerah berbeda-beda.

"Nanti akan bisa menimbulkan kecemburuan semua daerah yang lain. Walaupun (Jakarta, red) PAD-nya besar," kata Tjahjo.

Terkait dalih DPRD DKI Jakarta, bahwa kenaikan dana partai sebesar Rp4000 mengikuti kenaikan 10 kali lipat di tingkat nasional, menurut Tjahjo, memang dana partai disepakati naik 10 kali lipat. Akan tetapi, jangan sampai nanti, total dana untuk bantuan partai, lebih besar ketimbang dana untuk kesehatan. Atau lebih besar ketimbang dana untuk kepentingan publik.

"Nilainya yang itu sama enggak ada masalah. Ini kan tergantung nilainya. Jangan sampai untuk kesehatan itu lebih kecil daripada dana bantuan partai. Soal 10 kali oke. Tapi 10 kali yang bagaimana jangan sampai ada perimbangan dengan alokasi skala prioritas lain beda jauh. Apapun kepentingan masyarakat luas itu juga penting," tuturnya.

Saat ditanya apakah draft APBD DKI Jakarta sudah diterima, Tjahjo menjawab draf sudah diterima.  Saat ini draf APBD sedang diteliti boleh Kemendagri.

"Sedang teliti detail dengan tim kami. Paling tidak dua minggulah. Terkait kemungkinan ada beberapa hal yang mungkin dicoret, belum bisa kita sampaikan," kata dia.

 

Catatan tentang kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2017
Aturan berbelit bukan prestasi
Pemetaan daerah rawan konflik Pilkada
Kekuatan Islam harus bersatu tekan Israel
Impor beras, kanker stadium 4
Fetching news ...