Menanamkan Pancasila di Keluarga

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Menanamkan Pancasila di Keluarga "Hanya dengan nilai yang terkendung dalam Pancasila inilah keluarga akan mampu membentengi pengaruh negatif globalisasi." - Kuswiyanto

Apabila struktur kebudayaan diibaratkan dengan sebuah bawang merah yang berlapis-lapis, lapisan paling dalam atau pusatnya adalah aspek mental. Sementara itu, lapisan terluarnya adalah artefak-artefak, seperti gaya bangunan, furnitur, busana dan sejenisnya.

Pada bawang, lapisan pusat adalah pangkal tumbuhnya daun yang membuat bawang tersebut hidup dan berkembang. Selama lapisan terdalam tersebut baik-baik saja, bawang masih punya peluang hidup walaupun lapisan luarnya sudah rusak. Dalam kebudayaan juga demikian, aspek mentallah yang membuat suatu kebudayaan mencapai puncak-puncak peradaban.

Mental bangsa Indonesia dapat dirangkum dalam nilai-nilai Pancasila, yang merupakan akumulasi sistem nilai dari generasi ke generasi sepanjang zaman yang tahan uji, yang mampu mempersatukan berbagai keragaman di NKRI. Hilangnya mental tersebut akan memastikan Indonesia menuju negara gagal. Tidak perlu berandai-andai dampak dari bobolnya ketahanan mental budaya kita. 

Ketahanan mental budaya Pancasila penting untuk menjamin ketahanan-ketahanan lain yang mendukung tegaknya bangsa dan negara Indonesia. Pengalaman sejarah bangsa telah membuktikan bahwa mental Pancasila itulah yang memiliki daya tahan untuk menjaga keutuhan bangsa dan wilayah kita. Ketahanan ini harus kita perkuat, jangan sampai terjamah, mengalami pengaburan, bahkan tercabut dan terisi dengan mental budaya lain yang mengancam keutuhan dan persatuan kita.

Lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga menjadi tanggungjawab semua warga negara Indonesia. Digempur dari banyak sisi, sebagian anggota masyarakat kita semakin jauh dari keinginan dan cita-cita bangsa yang santun dan berbudaya tersebut.

Tiap hari kita disuguhi sejumlah peristiwa yang melanggar norma agama dan budaya, terutama melalui media sosial. Kondisi seperti inilah yang membuat kegiatan Sosialisasi 4 (Empat) Pilar MPR RI terus dilakukan oleh anggota DPR/MPR RI Komisi VIII, yang salah satunya adalah Kuswiyanto.

Di hadapan ratusan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) yang konsen dalam bidang pembinaan keluarga ini, Kang Kus sapaan akrab politisi ini menyampaikan betapa pentingnya penanaman nilai Pancasila dalam keluarga.

"Hanya dengan nilai yang terkendung dalam Pancasila inilah keluarga akan mampu membentengi pengaruh negatif globalisasi," tegasnya.

"Benturan globalisasi dengan efek negatif yang sangat cepat menghasilkan prilaku dan budaya yang merugikan kehidupan berbangsa, korupsi sana sini, pornografi bahkan munculnya faham sesat sangat membahayakan keberlangsungan negara,"lanjutnya.

Oleh karena itu, P3N sebagai pelaku yang langsung bersinggungan dengan keluarga adalah ujung tombak pembina yang perlu terus berdaya dalam upaya penanaman kembali nilai-nilai Pancasila yang semakin tergerus.

"Semoga persoalan bangsa yang kita hadapi bersama mampu terus kita minimalisir menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih bermartabat," harap Kang Kus.

Darurat keselamatan kerja pada proyek infrastruktur
Debu vulkanik Sinabung capai Aceh
DPR tegaskan UU MD3 tidak ada delik pidana
Menuntaskan problem warga Kedung Badak
Jangan berharap jenis kelamin anak
Fetching news ...