Pelemahan rupiah bakal picu asumsi makro APBN

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Pelemahan rupiah bakal picu asumsi makro APBN Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat memicu perubahan asumsi makro APBN. Saat ini rupiah sudah menyentuh Rp13.800 per U$1. Posisi rupiah yang sudah melampaui titik psikologis ini pasti berdampak pada perekonomian nasional.

“Ada beberapa konsekuensi buruk yang akan dihadapi pemerintah dengan pelemahan rupiah ini, di antaranya struktur pendapatan dan belanja di APBN akan berubah akibat perubahan asumsi makro. Beban terhadap neraca pembayaran luar negeri juga sudah pasti akan merugikan keuangan negara. Nilai ekspor tidak kompetitif lagi, karena bahan baku kita 30-40 persen berasal dari impor. Belum lagi, beban bunga utang yang bisa membesar dan kelesuan industri keuangan,” paparnya di Jakarta, Kamis (08/03/2018).

Jika pemerintah tidak segera melakukan tindakan preventif, walaupun sebagian mengatakan indikasinya karena faktor global, pelemahan rupiah tersebut akan menjalar ke sektor riil. Harga-harga kebutuhan pokok bisa melambung. Apalagi, beberapa kebutuhan dasar nasional masih impor seperti beras.

Tindakan preventif pemerintah dan BI, kata Anggota F-Gerindra itu, harus segera dilakukan untuk menjaga psikologi pasar di tengah harga minyak mentah dunia yang naik cukup tinggi selama tiga bulan terakhir. Pada konteks ini, pemerintah akan dihadapkan pada keputusan yang cukup sulit.

Menurutnya, jika diintervensi dengan cadangan devisa yang ada, konsekuensinya cadangan devisa akan terkuras, karena cadangan devisa Indonesia tak terlalu besar. BI, sebelumnya, telah mengkonfirmasi bahwa posisi cadangan devisa Indonesia di akhir Februari 2018 sebesar 128,06 miliar dolar AS atau menurun 3,92 miliar dolar AS dari Januari 2018. Penurunan ini dipicu, salah satunya, oleh keperluan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Melihat tren rupiah saat ini, maka ancaman anjloknya rupiah sebagaimana yang terjadi pada tahun 2015 bisa saja terjadi. Rupiah baru saja terpuruk hingga menyentuh level Rp13.800 per dollar AS. Itu adalah angka paling anjlok sejak 1998. Sebab itu, saya meminta pemerintah dan BI untuk tidak tinggal diam. Jika tidak, maka cadangan devisa kita bisa ambruk sehingga tak mampu lagi mengendalikan harga rupiah terhadap dolar AS,” harap Heri.

Perlemahan ini, sambung politisi dapil Jabar IV tersebut, menjadi tantangan serius dan isu menarik untuk calon Deputi Gubernur BI Bidang Moneter yang berasal dari internal BI sendiri, sekaligus calon Gubernur BI yang calonnya disebut-sebut berasal dari Deputi Bidang Moneter dan sudah diajukan ke DPR.

Utang meningkat

Sehari sebelumnya, Heri Gunawan juga menyayangkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang makin meningkat. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena pemerintah saat ini hanya fokus terhadap pembangunan infrastruktur berskala besar.

“Utang itu memang tidak bisa dihindari, karena kita sendiri punya keterbatasan. Pemerintah kan selalu bicara tentang infrastruktur, tetapi infrastukturnya hanya yang berskala besar, dimana butuh biaya yang besar juga. Biayanya dari mana? Ya dari utang,” ucapnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (07/3/18).

Heri memberi contoh kasus  pembangunan jalan tol Trans Sumatera, yang merupakan jalan berbayar yang tidak bisa dinikmati banyak orang.

“Apa semua kalangan masyarakat bisa merasakan tol ini? Kan tidak. Pemerintah hanya fokus terhadap infrastruktur  besar, tetapi mereka tidak memperhatikan jalan-jalan yang ada di lingkungan sekitar kita, masih banyak rusak dan bolong,” tuturnya.

Politisi Gerindra ini berharap jika pemerintah akan membuat sebuah kebijakan, seharusnya bisa dibicarakan secara terang-terangan terlebih dahulu. Ia pribadi akan mendukung langkah pemerintah jika itu untuk kepentingan rakyat, tetapi jika tidak, patut untuk dikritisi.

“Dan kita harap bersama-sama, ekonomi ini bisa tumbuh. Presiden harus berfikir yang strategis, utamakan masa depan bangsa dan kepentingan masyarakat. Jangan sampai utang ini akan terus menjadi tanggungan untuk generasi yang akan datang,” tutupnya.

Lantik Wakapolri Syafruddin, Jokowi amankan suara Polri?
Soal tuntutan rotasi jabatan yang tak transparan, ini jawaban KPK
Orang Indonesia paling nggak bisa <i> nyusu </i>
Ma'ruf Amin perintahkan NU ancam Jokowi hanya tafsiran Mahfud MD
3 kali mogok dalam 12 hari, LRT Palembang 95 persen produk lokal
Legislator minta dalang pembakaran satu keluarga dihukum mati
Kubu Jokowi ingin Ma'ruf temui Rizieq di Mekkah
Ahok bakal terjun kampanye untuk Jokowi?
Ma'ruf Amin bapak ekonomi kaum tertindas
Realisasi investasi triwulan kedua turun 4,9 persen
Sandiaga Uno akui kekayaannya fluktuatif
Jangan khianati nenek moyang yang hadirkan kedamaian di bumi pertiwi
Rupiah masih terseok di atas Rp14.600
Cari istri perawan? di sini tempatnya
Sunan Kalijaga janji tak akan sebar hoaks demi menangkan Jokowi
Fetching news ...