Pesimisme bawang putih bakal kembali berjaya

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Pesimisme bawang putih bakal kembali berjaya

Anggota Komisi IV DPR RI Sudin pesimistis kebijakan wajib tanam lima persen untuk importir bawang putih akan berhasil mengembalikan kejayaan bawang putih seperti sebelum tahun 1998.

“Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang dikeluarkan oleh Pak Sputnik (Dirjen Hortikultura Kementan sebelumnya) itu hampir satu juta ton untuk 2017, atau sekitar 9800 RIPH yang dikeluarkan. Realisasinya kurang lebih lima puluh persennya, atau sekitar 490 ribu ton impor bawang putih. Namun jika tadi dikatakan bahwa dari 490 ribu ton bawang putih yang dihasilkan dari lima persen wajib tanam oleh importir, itu hanya sekitar 1000-an RIPH. Itu artinya tahun 2018 ini tidak boleh keluar lagi RIPH, karena banyak importir yang belum menanam bawang putih,” papar Sudin dalam rapat dengar pendapat Komisi IV DPR dengan Jajaran Eselon I Kementerian Pertanian di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (12/3/2018).

Surat Izin Persetujuan Impor (SIPI) sudah keluar lagi untk tahun 2018 ini. SIPI itu dikeluarkan berdasarkan RIPH. Sudin menjelaskan, pihaknya mendapat info di lapangan bahwa telah terjadi kebohongan, salah satunya kebohongan terkait jumlah atau volume tanam yang sudah dilakukan oleh importir.

“Misalnya, tanam satu hektar dilaporkan 10 hektar. Hal serupa juga pernah terjadi pada impor beras ketan beberapa tahun lalu. Pemerintah mewajibkan importir beras ketan untuk menyerap beras ketan lokal. Namun kenyataannya, surat izin keluar, tapi beras ketan produksi petani dalam negeri tidak diserap,” katanya.

Berdasarkan hal itu, Sudin tidak ingin pemerintah, dalam hal ini Kementan kembali dibohongi oleh para importir. Bahkan, melihat dari kasus itu, Sudin pesimistis bahwa tujuan mengembalikan kejayaan bawang putih alias swasembada bawang putih sebagaimana yang terjadi sebelum tahun 1998 silam dapat terwujud.

Lebih lanjut ia berharap Kementan memberikan data para importir yang mendapat SIPI atau menerima RIPH, disertai data wilayah wajib tanam bawang putih yang sudah dikeluarkan.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Plt. Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Sriwijayanti Yusuf menjelaskan bahwa Kementan mewajibkan importir untuk tanam bawang putih sebanyak 5 persen  dari volume pengajuan impor yang diminta.

Peraturan tentang kewajiban tanam tersebut terdapat pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 38 Tahun 2017 pasal 32 ayat 1, bahwa penanaman bawang putih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 itu wajib dilakukan importer paling kurang menghasilkkan produksi 5 persen dari volume RIPH.

Sandi sebut Jateng ingin ganti presiden, Djarot: Upaya menghibur diri
TKN: Iklan kerja kerja kerja Gerindra garing dan tak inovatif
Manajer Repsol Honda: Rossi tak bisa terima masa kejayaannya habis
Rossi bingung mengapa dirinya masih populer
Rayakan HUT, BRI beri beasiswa puluhan milyar untuk ribuan orang
IHSG diprediksi menguat tunggu putusan The Fed
Jumlah BUMN berkurang 44 dalam 14 tahun, mengapa?
Cara keren kelola selokan kumuh agar menguntungkan
Gerindra kutuk perusak atribut Partai Demokrat di Riau
3 bulan kampanye, Perludem: Belum bebas dari isu kebohongan
BPN usul pemantau Internasional awasi Pilpres 2019
3 Gunung Indonesia terbaik yang cocok untuk pendaki pemula
Kubu Jokowi klaim paling sedikit langgar aturan kampanye
Siapa pelanggar kampanye terbanyak? Ini kata Bawaslu
Bukan hanya barang, Cina juga bikin Kota Paris versi KW
Fetching news ...