Pemerintah jamin BBM dan listrik tak naik hingga 2019

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Pemerintah jamin BBM dan listrik tak naik hingga 2019

Pemerintah kembali menegaskan dan menjamin harga BBM jenis premium, solar dan minyak tanah tidak akan naik hingga 2019 untuk melindungi daya beli masyarakat ditengah tren harga minyak yang meningkat.

Sejak 1 April 2016, harga premium khusus penugasan turun dari Rp6.950 menjadi Rp6.450 per liter, sedangkan solar turun dari Rp5.650 menjadi Rp5.150 per liter. Harga tersebut tetap hingga kini. Begitupun dengan minyak tanah, harganya juga tidak naik sejak 2008.

Tarif listrik untuk semua golongan juga dijamin tidak mengalami kenaikan sejak Mei 2017. Hingga akhir 2019 tarif listrik dipastikan tidak akan mengalami kenaikan, meskipun harga minyak dan batubara sebagai bahan bakar energi primer pembangkit relatif meningkat.

"Pemerintah melindungi daya beli masyarakat dan daya saing industri, sehingga harga BBM premium, solar, minyak tanah serta tarif listrik semua golongan tidak naik, meski ada tren kenaikan harga minyak dan batubara global," jelas Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Jumat (06/04/2018).

Agung menyatakan BBM jenis minyak tanah dan solar ini bahkan tetap disubsidi pemerintah. Minyak tanah disubsidi penuh sehingga harganya tetap Rp2.500 per liter sejak 2008. Sementara itu, solar diberikan subsidi tetap Rp500 per liter dan rencananya akan ditambah menjadi Rp1.000 per liter.

Untuk premium tidak disubsidi pemerintah, tetapi harganya ditetapkan pemerintah dan juga tidak naik. Jenis BBM yang paling menyangkut hajat hidup orang banyak tersebut tetap dikontrol pemerintah.

Tarif listrik untuk rakyat kecil juga tetap disubsidi penuh. Rumah tangga golongan pelanggan 450 VA dan 900 VA tidak mampu disubsidi sehingga tarifnya masing-masing sekitar Rp 415 per kWh dan Rp605 per kWh. Padahal tarif listrik keekonomian sekitar Rp1.467 per kWh. Hingga akhir 2019, tarif listrik yang berlaku saat ini tidak naik.

"Harga jenis BBM yang konsumsinya besar, menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti solar, premium, juga minyak tanah, harganya diatur pemerintah dan tidak naik hingga akhir 2019. Tarif listrik juga tidak naik. Subsidi tetap diberikan untuk solar, minyak tanah, dan tarif listrik rakyat tidak mampu," kata dia.

"Bahkan susidi tetap solar rencananya akan ditambah. Ini bukti negara hadir. Jadi tidak benar apabila ada isu mengenai kenaikan tarif listrik dan BBM," kata dia.

Berdasarkan data realisasi BBM sepanjang 2017, konsumsi premium, solar dan minyak tanah yaitu lebih dari 56 persen dari total penjualan BBM Pertamina di transportasi/rumah tangga.

Jenis BBM seperti pertalite, pertamax series, dexlite, pertamina dex, dan BBM di SPBU swasta seperti misalnya Shell dan Total merupakan BBM umum tidak bersubsidi dan harganya ditentukan badan usaha, namun diawasi pemerintah serta margin-nya dikontrol yaitu 5-10 persen sesuai peraturan.

Israel akan terus serang Suriah meski dibantu Rusia
Rizieq Shihab didiskriminasi di Arab Saudi
 Disoraki mahasiswa saat sebut Prabowo, Zulhas anggap bagian dari ekspresi
Rusia tuding Israel penyebab jatuh pesawat Ilyushin II-20
Rahasia menghasilkan anak seperti Sandiaga Uno
Meskipun menang pilpres, Prabowo tak bisa intervensi kasus Buni Yani
Golkar panggil caleg yang dukung Prabowo
 Fadli Zon laporkan balik Rian Ernest soal potong bebek angsa PKI
Berebut magnet Yenny Wahid
Bamsoet harap Yenny Wahid dukung Jokowi
Golkar anggap dukungan kadernya ke Prabowo bukan suara resmi partai
Forum caleg Golkar dukung Prabowo-Sandiaga Uno
Golkar nilai perempuan penentu utama, bukan objek pelengkap
Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI
Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak
Fetching news ...