Rhoma kecewa, Hendro berbunga

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Rhoma kecewa, Hendro berbunga Ketua Umum PKPI AM Hendropriyono (tengah) digotong sejumlah kader partainya usai PTUN memutuskan partainya berhak menjadi peserta Pemilu 2019.

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono tampak meluapkan kegembiraannya kala partainya resmi menjadi partai politik peserta pemilu dengan nomor urut 20 yang ditetapkan melalui rapat pleno Komisi Pemilihan Umum RI di Jakarta, Jumat.

“Menimbang, memperhatikan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), KPU menetapkan nomor 20 sebagai nomor urut Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, peserta pemilu DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tahun 2019,” ujar Komisioner KPU Evi Novida Ginting saat membacakan surat keputusan KPU yang ditandatangani Ketua KPU Arief Budiman, di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya KPU RI telah menetapkan nomor urut bagi 15 partai politik nasional dan empat partai lokal Aceh.

Nomor urut partai politik nasional yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu 1. PKB, 2. PDIP, 3. Gerindra, 4. Golkar, 5. Nasdem, 6. Partai Garuda, 7. Partai Berkarya, 8. PKS, 9. Perindo, 10. PPP, 11. PSI, 12. PAN, 13. Hanura dan 14. Demokrat, 19. PBB.

Sementara itu, nomor urut empat parpol lokal Aceh yakni, 15. Partai Aceh, 16. Partai Sira, 17. Partai Daerah Aceh dan 18. Partai Nangroe Aceh.

Dengan adanya putusan PTUN yang memerintahkan KPU RI menetapkan PKPI sebagai partai peserta pemilu 2019, PKPI pun memperoleh nomor urut 20.

Hendropriyono dalam sambutannya mengatakan ia dan seluruh jajaran keluarga besar PKPI bersyukur bahwa PKPI selaku partai keadilan akhirnya memperoleh keadilan melalui lembaga peradilan PTUN untuk akhirnya ditetapkan sebagai partai peserta Pemilu 2019.

Hendropriyono menyampaikan terima kasih sekaligus menghargai ketulusan KPU menjalankan perintah PTUN.

"Saya juga memohon maaf apabila dalam perjalanan ada hal-hal yang kurang berkenan," kata Hendropriyono.

Ia menekankan ke depan PKPI ingin menekadkan kerja sama dengan KPU selaku lembaga penyelenggara pemilu, dengan tidak saling mendzolimi dan saling mencari kesalahan.

"Kami percaya KPU pelayan masyarakat. Saya gembira dan terharu," kata Hendropriyono.

Hendropriyono mengatakan dirinya akan menginjak usia 73 tahun pada tahun ini. Ia menyatakan bahwa mungkin saja ini merupakan jenjang karier terakhirnya.

Oleh karena itu di usia yang sudah tidak muda lagi, ia bersyukur dapat merasakan memimpin partai politik yang lolos sebagai peserta pemilu.

"Saya tiga kali menjadi menteri, baru kali ini berada di partai politik. Sekarang lengkap sudah kacamata saya menyaksikan bagaimana bobot kualitas penyelenggara negara," jelas dia.

Kekecewaan dialami Rhoma

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak seluruh gugatan yang dilayangkan Partai Idaman terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

"Menolak gugatan penggugat seluruhnya, dan menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp956.000," ujar Ketua Majelis Hakim PTUN M. Arief Pratomo saat membacakan putusan sidang gugatan Partai Idaman di Jakarta, Selasa (10/04/2018).

Sebagaimana PKPI, Partai Idaman menggugat Keputusan Komisi Pemilu Umum (KPU) yang menetapkan partai tidak lolos administrasi, sehingga tidak dilakukan verifikasi oleh KPU.

Seusai pembacaan putusan Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama dengan muka kecewa langsung mengeluarkan sejumlah uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 untuk membayar biaya perkara.

Terkait putusan PTUN, Rhoma menekankan dirinya patuh dan tertib hukum, meskipun pihaknya meyakini bahwa KPU telah melakukan pembangkangan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi yang sebelumnya menyatakan setiap partai politik lama mauoun baru wajib untuk diverifikasi.

"Kami patuh dan tertib hukum," tegas Rhoma.

Sebelum putusan, Rhoma menyatakan akan melaporkan kepada Tuhan Yang Maha Esa apabila gugatan partainya terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum dibatalkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta.

"Nanti selanjutnya kalau kita di sini dibatalkan, kita harus melaporkan yang maha hakim, Tuhan Yang Maha Esa," kata Rhoma.

Langkah Kemendag amankan harga sembako saat puasa dan lebaran
TKA diistimewakan, TKI kurang terlindungi
Buktikan tak antikritik, DPR gelar lomba
TNI evakuasi guru korban perkosaan gerombolan separatis Papua
Usia minimal perkawinan dalam UU sudah tak relevan dengan zaman
Fetching news ...